Rabu, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Rabu, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

INDEX BERITA

Al-Afyouni: Umat Islam Jangan Percaya Propaganda Radikal

Selasa, 09 Apr 2019 17:03 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, PEKALONGAN -- Umat Islam di Indonesia diimbau agar tidak percaya dengan propaganda radikal terorisme yang bertujuan untuk merusak Indonesia. Fakta kehancuran Suriah yang dulu negara yang damai, tentram,...

OUR EYES, Solusi Strategis Hadapi Kelompok Radikal di ASEAN

Kamis, 14 Mar 2019 07:00 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kawasan Asia Tenggara (ASEAN) sedang menghadapi ancaman nyata serangan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), seperti di Filipina. Oleh karena itu kerja sama OUR...

TKN: Tak Ada Ruang Bagi Radikalisme

Minggu, 10 Mar 2019 10:00 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin (TKN) mengamati kelompok radikal yang berkamuflase di balik partai politik. Hal ini pernah disinggung oleh sejumlah pihak, seperti Nahdlatul Ulama (NU)...

Soal Klaim GP Ansor, Polisi Minta Bukti, Bukan Asumsi

Sabtu, 12 Jan 2019 22:48 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gerakan Pemuda (GP) Ansor menyebutkan ada kelompok radikal yang memboncengi pasangan calon presiden pada kontestasi Pilpres 2019. Menanggapi hal tersebut kepolisian mengaku belum mendapatkan informasi.

Muzammil tak Tahu Kelompok Radikal yang Disebut Gus Yaqut

Sabtu, 12 Jan 2019 22:34 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Al-Muzzammil Yusuf menuturkan, pernyataan Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas soal kelompok radikal di Pilpres...

Moeldoko: Jangan Bermain dengan Kelompok Radikal

Jumat, 11 Jan 2019 11:50 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko mengingatkan siapapun yang terlibat dalam kontestasi pemilihan presiden 2019 untuk tidak memanfaatkan kelompok radikal dalam meraup dukungan. Menurutnya, tindakan pelibatan kelompok...

Mantan Kombatan Maluku Ungkap Bahaya Kelompok Radikal

Senin, 24 Des 2018 23:07 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON— Mantan  Asisten 1 Operasi Pusat Komando Jihad Maluku Tahun 1999-2002, Jumu Tuani bersama para rekan seperjuangan menggelar ceramah deradikalisasi, bertempat di RT 04/RW 021 BTN Manusela, Desa...

Dua Kecamatan di Bekasi Dicurigai Basis Kelompok Radikal

Selasa, 15 Mei 2018 21:53 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi Cecep Suherlan mengatakan, pihaknya bersama Perlindungan Masyarakat Kota Bekasi menyatakan akan menggelar operasi kependudukan dengan Dinas Kependudukan...

OUR EYES, Solusi Strategis Hadapi Kelompok Radikal di ASEAN

Rabu, 14 Mar 2018 07:00 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kawasan Asia Tenggara (ASEAN) sedang menghadapi ancaman nyata serangan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), seperti di Filipina. Oleh karena itu kerja sama OUR...

Mahfud MD: Banyak Survei, Anak Muda Idolakan Kaum Radikalis

Selasa, 22 Agu 2017 00:10 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Mahfud MD menyebut, akhir-akhir ini banyak gerakan radikal yang bermunculan. Mahfud mengatakan ada beberapa penelitian yang...

Negara Harus Lindungi Anak dari Pornografi dan Radikalisme

Minggu, 23 Jul 2017 06:44 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Perlindungan Anak Asrorun Ni'am mengatakan negara harus melindungi anak dari pornofgrafi, radikalisme dan kejahatan berbasis dunia maya."Khusus pornografi merupakan kasus yangg perlu mendapatkan perhatian...

Wapres JK Sebut Radikalisme Muncul karena Teknologi

Rabu, 12 Jul 2017 06:49 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) mengatakan, persoalan radikalisme saat ini tidak lagi berasal dari agama tertentu, namun disebabkan karena perkembangan teknologi yang semakin pesat....

BNPT: 72 Persen Rakyat Indonesia Anti Radikalisme

Sabtu, 08 Jul 2017 16:36 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI -- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) merilis hasil penelitian bahwa 72 persen rakyat Indonesia anti-radikalisme yang meresahkan masyarakat. Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Hamli mengatakan, 7,7 persen mau...

Pengamat: Kelompok Radikal Anggap Polisi Pendukung Tiran

Kamis, 06 Jul 2017 16:46 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat terorisme Noor Huda, menilai ancaman teroris yang kini membidik aparat kepolisian merupakan strategi lama seperti yang dilakukan pada masa Darul Islam dengan menyerang petugas negara....

Menlu Retno: Ketua Dewan AS Yakin Agama Islam Bukan Sumber Radikalisasi

Jumat, 05 Mei 2017 09:25 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON --  Menteri Luar Negeri Indonesia Retno P Marsudi menyatakan kepuasannya setelah bertemu dengan ketua DPR Amerika Serikat Paul Ryan. Dalam pertemuan itun Ryan mengaku tak melihat keyakinan...

Kapolri: TNI/Polri, Nasionalis dan Islam Moderat Penyangga Bangsa Indonesia

Rabu, 03 Mei 2017 22:41 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mendukung pembubaran organisasi kemasyarakatan maupun kelompok yang tidak sesuai dengan prinsip nasionalisme dan berusaha memecah belah bangsa Indonesia. "Kelompok apa pun yang...

Yenny Wahid: Ketimpangan Sosial Faktor Kelompok Radikal

Senin, 28 Nov 2016 17:04 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Wahid Institute Yenny Wahid mengatakan, ketimpangan sosial dan ekonomi merupakan salah satu faktor terbesar adanya kelompok radikalisme yang melakukan teror. Masalah ketimpangan sosial ekonomi...

Bangladesh Tangkap Enam Anggota Kelompok Radikal

Kamis, 11 Agu 2016 05:33 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, NEWDELHI -- Pemerintah Banglesh mengatakan telah menangkap enam tersangka kelompok radikal dilarang. Pihak berwenang Bangladesh menyatakan enam tersangka tersebut terlibat serangan mematikan baru-baru ini termasuk serangan bulan lalu...

Busyro Curiga Serangan Bom Hanya Kedok Percepat Revisi UU Terorisme

Jumat, 15 Jul 2016 16:38 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah bidang Hukum dan HAM, Busyro Muqoddas yang juga mantan wakil Ketua KPK, menilai serangan bom yang terjadi di tanah air belakangan ini...

Hasyim Muzadi: Radikalisme Bukan Berasal dari Indonesia

Jumat, 01 Jul 2016 23:39 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi mengatakan aksi radikalisme dan terorisme oleh kelompok-kelompok agama tertentu tidak benar-benar muncul di Indonesia."Begitu juga, hubungan...

Polda Waspada NTT Jadi Tempat Latihan Kelompok Radikal

Jumat, 01 Jul 2016 21:48 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Brigjen Polisi Eutachius Widyo Sunarya mengatakan pihaknya tetap mewaspadai semua wilayah di NTT sebagai sasaran tempat latihan kelompok radikal."Kita selalu...

Miliki Hubungan dengan Militan, Spanyol Tangkap Pria Maroko

Selasa, 19 Apr 2016 15:17 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Polisi Spanyol menangkap seorang pria Maroko di pulau Mallorca, Selasa (19/4) pagi. Ia diduga memiliki hubungan dekat dengan militan radikal.Kementerian Dalam Negeri dalam pernyataan mengatakan, pria...

Menjaga Marwah Islam (2)

Kamis, 14 Apr 2016 06:00 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, Bermacam bentuk kekerasan yang dilakukan oknum dan kelompok Muslim atas nama Islam di berbagai tempat di muka bumi jelas tidak pernah dapat mengangkat marwah dan martabat Islam dan kaum...

PBNU: Jangan Tergiring Kelompok Radikal

Jumat, 18 Mar 2016 05:45 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Helmy Faisal Zaini meminta umat tidak tergiring oleh kelompok-kelompok yang mengusung Islam untuk melakukan tindakan teror dan kekerasan. Pernyataannya tersebut...

Polda Jambi Dalami Keberadaan Kelompok Radikal

Kamis, 28 Jan 2016 12:10 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI -- Polda Jambi masih terus mendalami keberadaan kelompok radikal di Provinsi Jambi, pascaledakan bom rakitan berdaya ledak rendah (low explosive) yang terjadi Rabu(27/10 dini hari di kawasan Pasir...

Kapolda: 40 Warga Banten Jadi Simpatisan Kelompok Radikal

Selasa, 26 Jan 2016 14:19 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapolda Provinsi Banten, Boy Rafli Amar, mengatakan sekitar 40 warga menjadi simpatisan kelompok radikal. Jika tidak diawasi perkembangnya, ada peluang anggota kelompok tersebut melakukan tindakan teror."Jumlah...

Pengamat: Pemerintah Jangan Biarkan Kelompok Radikal Berkembang

Jumat, 15 Jan 2016 04:14 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat terorisme, R Rakyan Adi Brata, meminta pemerintah agar tidak membiarkan kelompok radikal berkembang, serta mencegah terulangnya peristiwa teror di Tanah Air."Pemerintah jangan membiarkan kelompok-kelompok radikal...

Buya Syafi'i: Waspadai Kelompok Radikal Penganut Teologi Maut

Minggu, 10 Jan 2016 05:28 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Mantan ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif mengingatkan masyarakat agar mewaspadai kelompok radikal penganut maut. Hal ini menyusul semakin banyaknya kasus orang hilang yang...

Luhut: ISIS tak Ada Urusannya dengan Islam

Selasa, 24 Nov 2015 19:45 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Pandjaitan menyebut semua negara tak ada yang terbebas dari ancaman teror kelompok radikal ISIS. Kendati begitu, Luhut menegaskan...

46 Wanita Saudi Bergabung dengan Kelompok Radikal Asing

Senin, 12 Okt 2015 07:09 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Pihak keamanan Arab Saudi memperkirakan sekitar 46 wanita telah pergi ke luar negeri untuk bergabung dengan kelompok radikal.  Seperti dilansir Arab News, sejumlah wanita mendukung kelompok-kelompok...

Pemerintah Ingin Pasal Teroris-Kelompok Radikal Ada di KUHP

Senin, 07 Sep 2015 15:45 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah saat ini sedang menyusun Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang tindak pidana terorisme dan kelompok radikal. Sebab, UU soal ini belum terakomodir dalam Rancangan Undang-Undang...

Kapolri: Kelompok Radikal Terus Merongrong Pancasila

Minggu, 30 Agu 2015 14:09 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kapolri Badrodin Haiti mengungkapkan, Pancasila sebagai ideologi negara terus dirongrong oleh kelompok -kelompok radikal seperti teroris. Ia menyebutkan, salah satu ciri dari kelompok radikal adalah dengan...

Awal Juli, Boko Haram Bunuh 140 Orang Lebih

Jumat, 10 Jul 2015 07:12 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, BORNO -- Kelompok Boko Haram membunuh lebih dari 140 orang dalam tiga serangan terpisah ke sejumlah masjid dan desa di negara bagian Borno, sebelah timur Laut Nigeria. Seorang...

Militer Niger Klaim Tewaskan 15 Anggota Boko Haram

Kamis, 25 Jun 2015 13:51 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, NIGER -- Tentara Niger mengklaim membunuh 15 anggota Boko Haram dalam serangan darat dan udara terhadap kelompok tersebut. Kementerian Pertahanan Niger mengatakan, dalam serangan itu tentara membebaskan 20 tawanan....

Nigeria Selidiki Pembantaian 8.000 Warga Sipil

Sabtu, 20 Jun 2015 02:48 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, ABUJA -- Militer Nigeria serang menyelidiki tuduhan Amnesty International yang menyebut lebih dari 8.000 orang tewas dalam tahanan selama bentrokan dengan militan Boko Haram. Awalnya, tentara Nigeria menolak...

Mengapa Koalisi Internasional Gagal Hancurkan ISIS?

Senin, 08 Jun 2015 06:00 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ikhwanul Kiram MashuriSelama ini kelompok radikal, apalagi teroris, hanya berbentuk organisasi atau milisi. Mereka sekumpulan orang yang mempunyai ideologi sama. Mereka, meminjam istilah dalam perang, adalah gerakan...

Boko Haram Tembaki Rumah Warga, 11 Orang Tewas

Sabtu, 30 Mei 2015 20:24 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, ABUJA -- Gerilyawan Boko Haram menyerang pinggiran negara bagian Barno Maiduguri, Sabtu (30/5). Sedikitnya 11 orang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut. Sebuah sumber militer mengatakan, tembakan dari senjata...

Kapolri: 17 Kelompok Radikal Terus Dipantau

Selasa, 12 Mei 2015 04:30 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Kapolri Jenderal Pol Badroddin Haiti meminta jajaran Polri untuk terus memantau 17 kelompok radikal di Indonesia. Pengawasan penting guna mengantisipasi berkembangnya kelompok tersebut."Kita sudah melakukan pemetaan...

Ledakan di Tanah Abang Disinyalir Modus Baru Kelompok Radikal

Kamis, 09 Apr 2015 10:55 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Peristiwa ledakan di Tanah Abang, Jakarta Pusat disinyalir  menjadi modus baru kelompok radikal. “Kasus Tanah Abang adalah modus baru kedua yang dipertontonkan kelompok radikal di tahun 2015,”...

Ini Faktor Kelompok Radikal Bisa Berkembang di Poso

Rabu, 25 Mar 2015 16:48 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Maraknya perkembangan kelompok-kelompok kecil radikal di Poso, Sulawesi Tengah, tidak terlepas dari kondisi sosial, kultural, dan geografis yang terdapat di Poso. Belum lagi, Poso memiliki sejarah konflik...