Profil Partai Nasional Aceh
1

Ketua
Irwansyah (Teungku Mukhsalmina)

Ketua
Muharram Idris

Didirikan
2012

Kantor pusat
Kota Banda Aceh

 
Sejarah

    Partai Nasional Aceh adalah salah satu partai politik lokal di provinsi Aceh, Indonesia. Partai ini akan ikut dalam Pemilihan umum legislatif Indonesia 2014 dan pemilihan anggota parlemen daerah Provinsi Aceh. [1]

    Partai ini didirikan pada 24 April oleh mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Pada saat pendaftaran itu, Irwandi Yusuf sendiri tidak hadir. Mereka yang datang ke Kanwil Depkumham Aceh untuk menyerahkan dokumen persyaratan pendirian partai antara lain, Irwansyah alias Teungku Mukhsalmina (Mantan Panglima GAM Aceh Rayeuk), Muharram Idris (mantan Ketua KPA Aceh Rayeuk), Ligadinsyah (mantan juru bicara Partai Aceh/mantan Panglima GAM Linge), Amni bin Ahmad Marzuki (mantan juru runding GAM), Tarmizi, Lukman Age dan Thamren Ananda (mantan Sekjen Partai Rakyat Aceh). Proses pendaftaran ditandai dengan penyerahan dokumen kelengkapan persyaratan yang dilakukan oleh Mukhsalmina dan diterima oleh Kepala Divisi Administrasi pada Kanwail Depkumham Aceh, Syamsul Bahri.

    Partai Nasional Aceh berlambang sebuah bintang putih besar yang dilingkari dua untaian padi di sisi kiri dan kanan dan masing-masing untaian padi terdiri dari 17 butir. Bintang besar warna putih memiliki pengertian sebagai cita-cita yang tinggi. 17 Butir padi pada masing-masing untaian teritorial sejarah perjuangan Aceh serta bermakna kemakmuran dan kesejahteraan. Sedangkan bintang besar melambangkan sebuah tumpuan harapan bagi rakyat Aceh yang bisa menerangi rakyat Aceh. Warna oranye dipilih karena bermakna kejayaan, keagungan, kebersamaan, dan kekuatan. Lima bintang kecil di atasnya memiliki pengertian sebagai lima rukun Islam.