Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

INDEX BERITA

Eksekusi Agusrin Berlangsung di Jakarta?

Monday, 02 Apr 2012 16:46 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,BENGKULU--Kejaksaan Negeri Bengkulu akan mempertimbangkan permohonan terpidana korupsi Gubernur (nonaktif) Bengkulu Agusrin M Najamudin yang meminta agar eksekusi dilaksanakan di Jakarta."Dalam surat permohonan penundaan eksekusi yang kami terima hari...

Kuasa Hukum Agusrin: Kejagung Bohong!

Friday, 30 Mar 2012 23:09 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus), Andhi Nirwanto, mengatakan Kejaksaan Tinggi Bengkulu telah memanggil Gubernur Bengkulu nonaktif, Agusrin M Najamuddin untuk dilakukan eksekusi putusan kasasi...

Gubernur Bengkulu Nonaktif Dieksekusi Hari Ini

Friday, 30 Mar 2012 23:07 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kejaksaan Agung berjanji akan melakukan eksekusi terhadap Gubernur Bengkulu nonaktif, Agusrin M Najamuddin, pada pekan ini. Menurut Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus), Andhi Nirwanto,...

Pengacara Agusrin Klaim Putusan Bebas Kliennya Berkekuatan Hukum Tetap

Saturday, 04 Jun 2011 19:21 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tertangkapnya hakim Syarifudin menimbulkan dampak hukum luar biasa bagi perkara yang ditanganinya. Tak terkecuali, gubernur nonaktif Bengkulu, Agusrin M Najamudin. Kuasa hukum Agusrin, John Sumule,...

Diancam Hukuman Seumur Hidup, Gubernur Bengkulu tak Juga Ditahan

Tuesday, 11 Jan 2011 02:42 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Terdakwa kasus korupsi APBD Bengkulu, Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamudin, diancam hukuman seumur hidup. Hal tersebut terungkap dalam pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum dalam persidangan di...

Kejakgung: Proses Hukum Gubernur Bengkulu Jalan Terus

Thursday, 26 Aug 2010 03:58 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Pihak Kejaksaan Agung menyatakan, proses perkara terhadap Agusrin Maryono Najamuddin, Gubernur Bengkulu yang belakangan terpilih lagi masih terus dilanjutkan. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Muhammad Amari membantah bahwa...