Saturday, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

Saturday, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

Ujian dari Allah SWT dan Kepasrahan

Rabu 15 August 2018 00:05 WIB

Rep: Wisnu Aji Prasetiyo/ Red: Sadly Rachman

Warga korban gempa Lombok menyelamatkan benda yang masih bisa digunakan pascabencana.

Foto: Republika TV/Wisnu Aji Prasetiyo
EMBED
Pasrah, itulah kata yang keluar dari para korban gempa Lombok.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK UTARA — Pasrah, itulah kata yang keluar dari para korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat. Para warga kini hanya bisa tidur dan melakukan aktivitas di posko pengungsian.

Husni, warga Desa Pemenang, Lombok Utara mengaku gempa tersebut terjadi tiba-tiba saat warga sedang menunaikan Shalat Isya.

Usai gempa, ratusan bahkan hingga ribuan bangunan luluh lantah. Hanya sedikit yang tersisa di antara puing-puing tembok rumah yang telah runtuh diguncang gempa.

Tak sedikit warga yang menjadi korban gempa. Terhitung sekitar 436 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut.

Khusnul Khotimah, salah satu warga di Dusun Manggala Barat, Lombok Utara ini mengaku hanya bisa mempasrahkan diri kepada Allah SWT. Ia menilai gempa yang terjadi merupakan ujian bagi masyarakat di Lombok.

Kini, para warga pun hanya bisa tinggal di pengungsian. Mereka tak berani untuk kembali ke rumah dikarenakan trauma dan kekhawatiran terjadinya gempa susulan.

Berikut video lengkapnya.

 

 

  • Videografer & Video Editor:
  • Wisnu Aji Prasetiyo

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA