Wednesday, 6 Rabiul Awwal 1440 / 14 November 2018

Wednesday, 6 Rabiul Awwal 1440 / 14 November 2018

Curhat Buruh di May Day

Rabu 02 May 2018 06:02 WIB

Rep: Havid Al Vizki/ Red: Sadly Rachman

Aksi buruh di May Day 2018

Foto: RepublikaTV/Havid Al Vizki
EMBED
Buruh menolak upah murah dan cabut perpres terkait tenaga kerja asing.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Isu jaminan sosial sampai tenaga kerja asing menjadi isu utama pada Hari Buruh tahun ini. Ketua Harian Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi menjelaskan, para buruh meminta agar tarif dasar listrik diturunkan. Buruh juga menolak upah murah dan meminta pemerintah mencabut perpres terkait tenaga kerja asing.

Rusdi mengatakan, tarif listrik yang naik bisa mencapai Rp 200.000 hingga Rp 400.000 perbulan. Tentunya hal itu bisa mengikis pendapat buruh. Pihaknya menolak upah murah karena saat ini kebutuhan bagi kaum buruh sudah makin meningkat.

Terkait tenaga kerja asing, menurut dia, pemerintah saat ini sudah membuat kaum buruh kecewa. Hal itu karena banyaknya industri yang tutup, tetapi pemerintah membuka peluang bagi tenaga kerja asing untuk bekerja di Indonesia.

Berikut video lengkapnya.

 

 

  • Videografer:
  • Havid Al Vizki
  • Video Editor:
  • Fian Firatmaja

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA