Rabu, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Rabu, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Indosat Kembangkan BTS Hijau Berbasis Baterai Zinc

Selasa 08 Okt 2013 18:58 WIB

Red: Taufik Rachman

Teknisi mengecek BTS 3G di Pulau Belakang Padang, Batam.

Teknisi mengecek BTS 3G di Pulau Belakang Padang, Batam.

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID,DENPASAR--PT Indosat segera menggunakan energi hijau yang berasal dari baterai "zinc" dalam mengoperasikan menara telekomunikasi di daerah rawan gangguan pasokan listrik.

"Kami sudah uji coba di beberapa titik di wilayah Kalimantan dan Sumatera selama kurang lebih empat bulan dan ternyata hasilnya melebihi harapan kami," kata Direktur Utama Indosat Alexander Rusli usai penandatangan kerja sama energi hijau ("green energy") antara tujuh perusahaan Indonesia dan AS di Nusa Dua, Bali, Selasa.

Teknologi baterai jenis zinc yang memungkinan pengisian ulang diklaim dapat meningkatkan efisiensi layanan Indosat dalam pengoperasian menara telekomunikasinya, sekaligus ramah lingkungan karena tidak menghasilkan limbah seperti baterai jenis "lead-acid".

"Kami telah menjajaki kerja sama ini sejak 2011, sekarang mereka sudah berinvestasi di sini dengan membangun pabrik, kami pun berharap kerja sama ini untuk jangka panjang," kata Rusli.

Presiden Fluidic Energy, Dennis Thomsen, mengatakan pihaknya memang serius dalam mengembangkan energi hijau tersebut di Indonesia.

"Kami bahkan telah menginvestasikan lebih dari 25 juta dolar untuk Fluidic Indonesia, lebih dari 85 persen komponen saat ini telah diproduksi di Indonesia," kata Thomsen.

Thomsen mengatakan sistem perawatan baterai "zinc-air" yang diproduksi perusahaannya juga relatif mudah dalam perawatan sehingga tentunya akan menekan biaya operasional yang dikeluarkan operator.

Ke depannya, Fluidic Indonesia diharapkan dapat melakuan ke seluruh wilayah di Asia Pasifik, sementara saat ini juga telah dijajaki kerja sama dengan pihak operator lain seperti Telkomsel, XL dan SmartFren.

"Kami masih terikat kontrak khusus dengan Indosat, jadi mungkin akan ada perbedaan kesepakatan kerja sama nantinya," kata Thomsen.

Menurut Thomsen, beberapa waktu ke depan pihaknya juga akan melakukan ekspansi ke sejumlah negara di Asia Pasifik seperti Bangladesh dan Pakistan.

Indosat sendiri sebelumnya telah beberapa kali melirik energi alternatif guna menggantikan mesin diesel yang selama ini memasok energi bagi BTS-nya seperti tenaga biofuel, tenaga angin atau tenaga surya.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES