Friday, 10 Safar 1440 / 19 October 2018

Friday, 10 Safar 1440 / 19 October 2018

ITS Raih Penghargaan Kontes Robot di India

Senin 25 Aug 2014 19:15 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Julkifli Marbun

ITS

ITS

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur (Jatim), kembali mengharumkan nama baik Indonesia dalam ajang kontes robot ABU Robocon 2014 di Pune, India, yang berakhir Ahad (24/8). Setelah melalui beberapa babak penyisihan, Robot ITS Nang Pune (RINE) akhirnya meraih penghargaan juara ketiga (second runner up) dan Best Engineering Award pada kontes ini.

Juara pertama dalam kontes ini berhasil direbut oleh tim robot dari Vietnam dan posisi kedua ditempati oleh tim robot dari Jepang. Sedangkan Tim robot ITS dinobatkan di posisi second Runner Up bersama dengan tim robot Thailand. Selain berhasil menempati posisi second Runner Up, tim robot RINE ITS juga berhasil mendapatkan penghargaan Best Engineering Award.

Salah satu anggota tim, Irfan Fachrudin Priyanta mengatakan, tim dari ITS yang mewakili Indonesia harus melawan tim robot Malaysia pada babak ini. Ketegangan pun terjadi pada babak ini dikarenakan kekuatan robot RINE dengan lawannya bisa dikatakan cukup seimbang.

Meski begitu, RINE dapat mempertahankan kestabilan kecepatannya. “Hal inilah yang membuat RINE kembali ditetapkan sebagai juara pada babak perempat final. Berhasil masuk babak semifinal, Indonesia pun kembali harus berjuang melawan negara yang terbilang cukup kuat timmnya yaitu Vietnam,” ujarnya, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Senin (25/8).

Vietnam, kata dia, merupakan juara dunia yang pernah mengalahkan tim Indonesia pada kontes robot di Hongkong dua tahun lalu.

Irfan sudah menduga bahwa RINE masih belum bisa menyaingi robot buatan negara Vietnam tersebut. Dugaannya terbukti, ketika di akhir pertandingan, robot RINE bergerak lebih lambat dibandingkan robot buatan Vietnam.

“Ketika kecepatannya dihitung, kita kalah dua detik dengan Vietnam. Di sinilah kita menyadari bahwa dua detik adalah waktu yang sangat berarti,” katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA