Selasa, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Selasa, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Ilmuwan Berhasil Tumbuhkan Rambut di Kepala Botak

Selasa 19 Agu 2014 09:42 WIB

Rep: c91/ Red: Agung Sasongko

Kebotakan (Ilustrasi)

Kebotakan (Ilustrasi)

Foto: EPA

REPUBLIKA.CO.ID,  COLUMBIA -- Para ilmuwan telah berhasil menumbuhkan rambut di kepala tiga orang yang diberikan obat. Biasanya obat tersebut digunakan untuk menangani kelainan sumsum tulang.

Dipastikan, ketiga pasien itu menderita alopecia areata atau keadaan yang menyebabkan pitak, atau kebotakan di bagian tertentu, sehingga sulit diatasi. Hanya saja, setelah lima bulan dalam pengobatan ruxolitinib, rambut ketiganya tumbuh kembali.

Penemuan dari Universitas Columbia tersebut lalu diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nature Medicine ini mencatat sebanyak 1.000 orang di Inggris menderita Alopecia areata. Diyakini penyebabnya adalah sistem kekebalan yang menyerang kantung rambut atau follicle.

Sebelumnya, para ilmuwan Amerika Serikat (AS) mengidentifikasi sekelompok sel kekebalan tubuh yang berhubungan dengan perontokkan rambut, serta menggelar sejumlah percobaan yang berhasil dengan menggunakan tikus. Kemudian, mereka memberi asupan ruxolitinib dalam dosis tertentu dua kali sehari, kepada tiga penderita alopecia tingkat sedang hingga akut.

Di AS dan Uni Eropa, obat ini sudah disetujui untuk digunakan untuk penderita kelainan sumsum. Kini, ketiga pasien sudah mengalami pertumbuhan rambut lagi secara pesat selama lima bulan terapi.

Kepala periset Dr Raphael Clynes mengatakan, "Kami cuma baru memulai percobaan pengobatan ini, tetapi jika obat ini nanti terbukti benar-benar berhasil dan aman, dampaknya akan sangat luar biasa untuk mereka yang menderita penyakit ini."

Ia menambahkan, diperlukan penelitian lebih jauh untuk memastikan apakah obat ini bisa digunakan lebih lanjut, demikian mengutip BBC, Selasa, (19/8).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA