Saturday, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Saturday, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Antisipasi Kepunahan, ITK IPB Ciptakan Alat Pemindai Hiu Paus

Kamis 14 Aug 2014 18:02 WIB

Red: Maman Sudiaman

Hiu paus

Hiu paus

Foto: Istimewa

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Teknologi label radio frequency identification (RFID) merupakan salah satu teknologi murah untuk pelabelan hewan laut. Salah satunya untuk ikan terbesar yakni hiu paus.

Terkait hal itu,  Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan Institut Pertanian Bogor (ITK IPB) bekerja sama dengan Wolrd Wildlife Fund (WWF) -Indonesia merancang bangun electronic fish tags berbasis mikrokontroler dengan sensor RFID.

Pakar Ikan Laut ITK IPB, Dr Hawis Madduppa menuturkan, “Penandaan hewan laut atau pelabelan (tagging) dengan sensor elektronik semakin banyak dilakukan olah para ilmuwan di seluruh dunia untuk melacak pergerakan hewan tersebut,” ujarnya dalam siaran persnya yang diterima ROL, Kamis (14/8).

Oleh masyarakat lokal, hiu paus yang biasa disebut dan sudah mulai menjadi spesies ikonik untuk Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC). Untuk memantau populasi hiu paus, perlu pelabelan sebagai upaya menghindari ancaman kepunahan akibat penangkapan berlebihan atau praktek ekowisata yang tidak bijak.

Salah seorang mahasiswa ITK IPB, Diwa Perkasa, di bawah bimbingan Dr Totok Hestirianoto dan Dr Hawis Madduppa, melaksanakan penelitian ini sejak Oktober 2013. Sementara itu, pemantauan hiu paus 2014 sebagai kegiatan pendahuluan, dilaksanakan  Mahardika Rizqi Himawan di bawah bimbingan Dr Hawis Madduppa dan Beginer Subhan.

Uji coba alat RFID dilakukan selama tiga hari di Taman Nasional Teluk Cenderawasih pada Senin hingga Rabu (4-6/8) lalu. Uji coba ini merupakan kegiatan bersama antara ITK IPB WWF-Indonesia, dan Kalilemon Dive Resort.

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto: ITK IPB

Saat uji coba pertama, banyak pembelajaran yang diperoleh guna menyempurnakan alat RFID buatan ITK-IPB ini. Harapannya, setelah penyempurnaan dan uji coba kedua kali, alat RFID dapat digunakan secara mandiri oleh Balai Besar TNTC dan masyarakat lokal untuk memantau hiu paus di wilayah ini.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES