Minggu, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Minggu, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

LIPI: Padi Gogo Cocok Untuk Lahan Kering

Senin 17 Mar 2014 16:46 WIB

Red: Taufik Rachman

Petani membawa bibit padi untuk ditanam di persawahan.

Petani membawa bibit padi untuk ditanam di persawahan.

Foto: Republika/Aditya Pradana Putra

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Prof Dr Lukman Hakim mengatakan lahan kering cocok untuk ditanami padi gogo karena siklus hidup padi jenis tersebut tidak memerlukan air berlimpah.

"Padi gogo memiliki potensi untuk mendukung peningkatan produksi padi nasional. Keberadaannya dapat menjadi solusi optimalisasi lahan kering sebagai pengganti lahan sawah yang terkonversi," kata Lukman Hakim di Jakarta, Senin.

Dia melanjutkan, pengembangan padi gogo di lahan kering tentu perlu diikuti dengan penyediaan varietas unggul. Penggunaan varietas unggul dapat menjadi teknologi paling murah dan efisien untuk meningkatkan produksi padi lahan kering."LIPI sudah melepas dua varietas padi gogo unggul yaitu Inpago LIPI Go1 dan Inpago Go2," kata dia.

Lukman menyebutkan bahwa Inpago LIPI Go1 memiliki keunggulan, antara lain potensi hasil 8,18 ton per hektare, rerata 4,45 ton per hektare, umur tanaman 110 hari, tahan terhadap tiga ras blas utama Indonesia, rendemen beras putih 68,8 persen, beras kepala 74,45 persen dan toleran kekeringan.

Varietas Inpago LIPI Go2 memiliki keunggulan seperti potensi hasil 8,15 ton per hektare, rerata hasil 5,17 ton per hektare, umur tanaman 114 hari, tahan terhadap tiga ras blas utama, rendemen beras putih 68,50 persen, beras kepala 88,26 persen, toleran kekeringan, dan agak toleran cekaman alumunium.

Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) LIPI, Dr Siti Nuramaliati Prijono menambahkan, peningkatan hasil tanam padi selain melalui ekstensifikasi lahan dan varietas padi gogo unggul, juga dapat ditempuh melalui penggunaan Pupuk Organik Hayati (POH).

Saat ini, LIPI juga telah memiliki beberapa produk pupuk bio berbasis mikroba pontensial, salah satunya BioPlus. Mikroba dalam BioPlus mampu menambat nitrogen dan menghasilkan hormon tumbuh IAA (Asam Indolasetat yaitu sebagai auksin utama pada tanaman). Sehingga, pupuk ini mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman.

"Teknologi tersebut mudah diaplikasikan petani dan mampu menekan biaya produksi," imbuh Siti.

Selain BioPlus, lanjut Siti, LIPI juga mempunyai pupuk Bio Vam yang mengandung mikorisa arbuskular. Bio Vam bermanfaat dalam menyerap unsur hara posfat, memperbaiki struktur tanah, dan menyalurkan karbohidrat dari akar ke organisme tanah yang lain.

"Pemberiah POH (BioPlus dan Bio Vam) yang diimbangi dengan pupuk kimia dalam dosis yang lebih rendah dari rekomendasi diharapkan dapat memperoleh pertumbuhan padi gogo yang baik dengan hasil sesuai harapan," tukas Siti.

LIPI dalam waktu dekat akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan Peluncuran Panen Hasil Diseminasi Padi Gogo Unggul dan Pupuk Organik Hayati LIPI di Sulawesi Tenggara.

Rangkaian kegiatan tersebut akan diisi dengan penyerahan benih pagi gogo LIPI secara simbolis oleh Kepala LIPI kepada Gubernur Sultra dan Bupati Konawe Selatan, pemanenan simbolis benih padi gogo LIPI oleh Kepala LIPI, Kepala Bappenas, Gubernur Sultra, Bupati Konawe Selatan dan pejabat terkait, serta kuliah umum Kepala LIPI dan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama anara LIPI dengan Universitas Halu Uleo (UHO) Kendari Sultra.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES