Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Ini 10 Aroma Dasar yang Bisa Dicium Manusia

Ahad 22 Sep 2013 11:47 WIB

Red: M Irwan Ariefyanto

Hidung/ilustrasi

Hidung/ilustrasi

Foto: finetouchdermatology.com

REPUBLIKA.CO.ID,NEW YORK -- Hidung manusia setiap harinya mencium berbagai aroma yang terdiri dari gabungan aroma kompleks. Ribuan aroma yang bisa dicium oleh indera penciuman manusia dapat digolongkan ke dalam 10 kategori dasar.  Seperti dikutip BBC, Profesor Jason Castro, dari Bates College, dan Profesor Chakra Chennubhotla, dari Universitas Pittsburgh, menggunakan teknik komputerisasi untuk mengurangi bau hingga mencapai esensi aroma paling dasar.

Mereka mengatakan kepada jurnal PLoS One bahwa mereka telah menguji setidaknya 144 aroma dan menemukan bahwa semua aroma ini bisa dikelompokkan menjadi 10 kategori. Temuan ini bagaimanapun masih menjadi perdebatan karena beberapa mengatakan ada ribuan jenis permutasi aroma.

Profesor Castro mengatakan: "Anda memiliki 10 kategori dasar ini karena mencerminkan atribut penting tentang dunia seperti bahaya, makanan dan sebagainya.
"Jika Anda tahu kategori dasar ini, maka Anda dapat mulai berpikir tentang bau sebuah bangunan.

Sepuluh aroma dasar
    Harum
    Kayu/resin
    Buah-buahan (bukan golongan sitrus)
    Bahan kimia
    Mint/peppermint
    Manis
    Popcorn
    Lemon
    Tajam
    Busuk

Dia mengatakan akan sangat penting untuk mulai pengujian teori ini pada aroma yang lebih kompleks, seperti parfum dan bau yang dijumpai sehari-hari.
Pada kenyataannya, setiap aroma alami cenderung terbentuk dari campuran yang kompleks - campuran dari 10 kategori yang berbeda. 

Profesor Tim Jacob, seorang pakar di Inggris dalam ilmu mengenai bau dari Universitas Cardiff mengatakan: "Pada tahun 1950 seorang ilmuwan bernama John Amoore mengajukan teori yang melibatkan tujuh kategori bau berdasarkan bentuk molekul dan ukuran. "Dia akhirnya menarik teori ini karena tekanan dari saingannya, RW Moncrieff, yang mengatakan ada 'tidak pernah ada cukup bukti kuat untuk mendukung teori ini, dan ada kesulitan sepanjang batas, tapi itu merangsang banyak pemikiran yang berguna'.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA