Kamis, 7 Syawwal 1439 / 21 Juni 2018

Kamis, 7 Syawwal 1439 / 21 Juni 2018

Perlukah Alat Transportasi Super Cepat Hyperloop?

Rabu 14 Agustus 2013 02:13 WIB

Red: M Irwan Ariefyanto

Sistem transportasi

Sistem transportasi "Hyperloop" yang dirancang oleh penemu dan miliarder Elon Musk.

Foto: voa

REPUBLIKA.CO.ID,LOS ANGELES -- Pengusaha Elon Musk, yang mendirikan Tesla Motors, SpaceX dan PayPal, mengusulkan apa yang ia sebut moda transportasi kelima setelah pesawat terbang, kereta api, mobil dan kapal.

Seperti dimuat laman Tesla Motors, Musk menyebut konsep Hyperloop sebagai moda transportasi "yang lebih aman, lebih cepat, lebih murah, lebih nyaman, tahan cuaca, tenaga swadaya yang berkelanjutan dan tahan gempa" dibandingkan dengan kereta kecepatan tinggi yang telah disetujui akan dijalankan antara Los Angeles dan San Francisco.

Hyperloop yang bertenaga surya akan menjadi struktur tabung atau pipa yang akan meluncurkan kereta berisi penumpang melalui pipa pada kecepatan mendekati 1.000 kilometer per jam.

Ia menulis bahwa sistem tersebut seperti "versi besar dari tabung udara tekan untuk mengirim surat dan paket di dalam atau antara gedung-gedung. Secara prinsip, sistem ini dapat menggunakan kipas angin yang sangat kuat untuk mendorong udara pada kecepatan tinggi melalui sebuah tabung dan melontarkan kereta seukuran manusia dari Los Angeles sampai San Francisco."

Meski masih merupakan sebuah konsep, Hyperloop digambarkan oleh Musk sebagai "gabungan antara (pesawat) Concorde, peluncur proyektil elektromagnetik (railgun) dan meja permainan hoki udara (air hockey)."

Musk memperlihatkan kekecawaannya pada kereta kecepatan tinggi yang akan dijalankan antara dua kota besar berjarak 1.500 kilometer tersebut.

"Bagaimana bisa, lokasi Sillicon Valley dan JPL (Laboratorium Propulsi Jet) -- yang melakukan hal-hal hebat terkait pengetahuan dan teknologi dan mengirim kendaraan penjelajah ke Mars -- akan membangun kereta peluru yang termasuk di antara yang termahal per kilometer dan salah satu yang terlambat di dunia?" tulisnya.

Musk menyatakan bahwa struktur seperti Hyperloop akan menjadi solusi terbaik untuk kedua kota tersebut, yang bisa ditempuh dalam waktu setengah jam.

"Di sekitar titik infleksi tersebut (titik belok pada kurva pertumbuhan), saya kira perjalanan udara supersonik akan menjadi yang tercepat dan termurah," tulisnya.

Musk mengatakan bahwa meski ia merasa ide itu dapat diwujudkan dan kompetitif, namun ia tidak memiliki waktu untuk mengerjakannya.

Sumber : VOA
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Spanyol Taklukkan Iran 1-0

Kamis , 21 Juni 2018, 03:21 WIB