Thursday, 5 Zulhijjah 1439 / 16 August 2018

Thursday, 5 Zulhijjah 1439 / 16 August 2018

AS dan Rusia Siapkan 2 Astronot ke Luar Angkasa

Jumat 07 December 2012 07:02 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Fernan Rahadi

Astronot (ilustrasi)

Astronot (ilustrasi)

Foto: www.bbc.co.uk

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat (AS) dan Rusia tengah menyiapkan dua orang astronot untuk menghabiskan setahun di International Space Station (ISS), luar angkasa. Ini dalam rangka menginformasikan rencana misi pengiriman manusia ke Planet Mars.

Mereka adalah astronot AS, Scott Kelly (48 tahun), dan kosmonot Rusia, Mikhail Kornienko (52). Kelly dan Kornienko akan terbang ke ISS pada 2015 dan akan kembali lagi ke Bumi, tepatnya di Kazakhstan pada 2016.

Selama enam bulan terakhir, keduanya tengah dikarantina untuk menyiapkan misi tersebut. Kesehatan, kinerja, dan mental kedua astronot ini akan dipantau selama setahun di ISS. Sementara ilmuwan di Bumi akan mengukur efek jangka panjang dan gaya berat mikro, massa otot, serta tulang keduanya.

Kepala Badan Antariksa Federal Rusia, Vladimir Popovkin, menambahkan proses seleksi keduanya dilakukan sangat ketat. "Mereka adalah awak yang terampil dan antusias memperluas eksplorasi ruang angkasa. Kami berkeyakinan penuh dengan mereka," kata Popovkin, dikutip dari The Guardian, Jumat (7/12).

Administrator Asosiasi Eksplorasi dan Operasi NASA, William Gerstenmaier, mengatakan keterampilan kedua astronot tersebut telah terbukti di pengalaman sebelumnya. Scott Kelly adalah pensiunan kapten Angkatan Laut AS. Ia yang pertama kali pergi ke luar angkasa sebagai pilot pesawat ulang-alik STS-103 pada 1999. Dia sudah dua kali dikirim dalam ekspedisi ke ISS.

Mikhail Kornienko adalah spesialis sistem udara dan mantan penerjun payung Rusia. Dia pernah terbang ke ISS pada 2010 dan telah menghabiskan 176 hari di ruang angkasa.

Duo astronot ini akan menjalani pelatihan selama dua tahun menjelang 2015. Sementara keduanya bertugas, NASA juga akan menyiapkan rencana pengiriman robot ke Mars pada 2020. Robot itu akan mendata dan menguji coba jikalau kondisi Mars memungkinkan untuk kehidupan mikroba yang menjadi indikator kemungkinan hidup manusia.

NASA akan terus mengembangkan Mars Curiosity Rover (MRR). Proyek ini diperkirakan menelan biaya hingga 1,5 miliar dolar AS.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA