Sabtu, 5 Rajab 1441 / 29 Februari 2020

Sabtu, 5 Rajab 1441 / 29 Februari 2020

Perkenalkan Pneuborn Bersaudara, Robot Bayi yang bisa merangkak

Rabu 11 Mei 2011 13:11 WIB

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Pneuborn-711, robot bayi berusia 7 bulan dengan bobot, 5.4 kilogram yang bisa merangkak

Pneuborn-711, robot bayi berusia 7 bulan dengan bobot, 5.4 kilogram yang bisa merangkak

Foto: Hosoda Laboratory

REPUBLIKA.CO.ID, OSAKA - Menurut anda manakah yang lebih buruk, robot dengan wajah atau tanpa wajah. Apalagi, bayangkan, bila robot itu bisa merangkak ke arah anda sambil menangis "ma-ma" dan lalu berdiri tegak di atas kaki kurus terbuat dari logam sepenuhnya. Mengingatkan pada film-film horor sains.

Tapi kali ini robot macam itu ada. Para periset dari Laboratorium Hosoda, Jepang tengah mengembangkan Pneuborn-711 dan Pneuborn013, sepasang robot bayi lengkap dengan sistem kerangka dan otot. Nama mereka berasal dari otot-otot pneumatik ( bersifat berisi udara) sebagai penggerak. Oh, bila anda bertanya-tanya, sejauh ini menurut informasi dalam situs online Hosoda, sebenarnya tidak bisa berkata 'ma-ma'.

Pneuborn-7ll memiliki ukuran  seperti bayi berusia 7 bulan dengan bobot 5, 4 kilogram dan tinggi 78,7 centimeter. Robot itu dikembangkan untuk 'mempelajari hubungan antara pengembangan dan perwujudan mesin motor'.

Pneuborn 711 sepenuhnya robot otonom, alias mampu bergerak tanpa kendali jarak jauh, tidak seperti ASIMO, robot humanoid besutan Honda. Ia memiliki 19 otot pneumatik, termasuk persendian tulang belakang dengan tiga sendi putar dan engsel.

Sebuah penggerak di pusat kontrol berbasis algoritman telah dioptimalkan untuk memungkinkan si robot bayi merangkak tanpa perlu ada kecerdasan buatan dan sensor gerak lain.

Sementara Pneuborn-13 adalah kakak lelaki Pneuborn-711 yang 13 bulan lebih tua. Ia didesain agar periset dapat mempelajari struktur sistem otot dan kerangka pada gerakan berjalan dengan dua kaki. Penuborn-13 ini memiliki tinggi 75 centimeters dan bobot 3,85 kilogram.

Seperti adiknya, Pneuborn-13 juga robot otonom, namun ia hanya memiliki 18 otot pneumatik. Otot-otot itu terutama terkonsentrasi di sekitar pergelangan kaki, dan sendi panggul. Ia tak memiliki kolom tulang belakang namun masih bisa melakukan posisi berdiri dan gerakan berjalan.

Sayangnya sejauh ini belum ada video yang merekam gerakan dua kakak-beradik robot tersebut. Sementara itu, anda bisa menggunakan imajinasi untuk membayangkan seperti apa para Pneuborn bersaudara itu bergerak.

sumber : Wired
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA