Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Peneliti Indonesia Harus Kompetitif di Kancah Global

Senin 04 Mar 2019 20:23 WIB

Red: Ani Nursalikah

Peneliti LIPI Sutrisno Salomo Hutagalung menjelaskan mesin pemurnian air dengan metode AOPRO.

Peneliti LIPI Sutrisno Salomo Hutagalung menjelaskan mesin pemurnian air dengan metode AOPRO.

Foto: Republika/Taufiq Alamsyah Nanda
Indonesia masih kekurangan dana penelitian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti dari Pusat Penelitian Kebijakan dan Manajemen Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Inovasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Irene Muflikh Nadhiroh mengatakan saat ini lembaga penelitian dan para peneliti harus lebih kompetitif memenangkan persaingan global.

"Dana riset dari luar sana bisa kita ambil tapi kita harus bisa berkompetisi di dunia internasional," kata Irene usai diskusi Millenial Talks: Inspiring Science Generation di Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah (PDDI) LIPI, Jakarta, Senin (4/3).

Menarik lebih banyak dana dari luar dapat menjadi salah satu solusi untuk menutupi kekurangan dana penelitian agar tetap dapat mengembangkan dan melakukan riset dengan baik. Irene menuturkan di negara maju, dana penelitian lebih banyak disokong industri daripada pemerintah.

Pada akhirnya hasil penelitian harus bermanfaat bagi para pemangku kepentingan seperti pemerintah, masyarakat dan industri. "Kalau di negara sudah maju, proporsi yang mengeluarkan anggaran untuk riset itu industri, kalau pemerintah paling 20 persen, kalau di Indonesia terbalik kasusnya malah pemerintah masih lebih banyak memberikan dana riset," ujarnya.

Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Intan Suci Nurhati menuturkan dana bukan satu-satunya tantangan dalam mengembangkan lembaga riset, namun juga infrastruktur pendukung. Dia mengaku ketika bekerja di Singapura dan mendatangkan alat penelitian ke negara itu lebih murah daripada ke Indonesia karena saat dikirim ke Indonesia harganya menjadi tiga kali lipat.

Sebagai salah satu solusi menangani dana dan infrastruktur penelitian yang belum memadai adalah dengan melakukan kolaborasi dan konsorsium sehingga sumber daya yang ada di berbagai pihak dapat disinergikan untuk menjawab suatu tantangan atau masalah.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA