Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Modifikasi Genetik, Ayam-Ayam Ini Telurkan 'Obat'

Rabu 30 Jan 2019 18:45 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Ani Nursalikah

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Foto: Republika/ Tahta Aidilla
Terapi berbasis protein saat ini dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Tim peneliti dari Roslin Institute di University of Edinburgh telah melakukan modifikasi genetik terhadap ayam. Modifikasi genetik ini bertujuan ayam-ayam hasil modifikasi atau ayam transgenik dapat memproduksi telur dengan kandungan protein yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan.

Untuk mencapai tujuan ini, tim peneliti melakukan modifikasi terhadap genom ayam. Modifikasi ini diharapkan dapat membuat ayam transgenik menelurkan telur yang mengandung protein berkualitas tinggi dalam jumlah banyak.

Sejauh ini, ayam-ayam transgenik tersebut sudah berhasil menelurkan beberapa telur. Namun, hanya tiga buah telur yang berhasil mengandung protein dengan dosis yang signifikan. Melalui proyek ini, tim peneliti berharap suatu saat bisa menciptakan obat yang dapat menyelamatkan banyak jiwa dengan lebih murah.

Terapi berbasis protein saat ini sudah dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit. Terapi herceptin dan Avastin untuk kanker, misalnya merupakan terapi berbasis protein yang dapat menjadi opsi pengobatan ketika obat-obat tradisional tak lagi efektif. Hanya saja, kedua obat ini memiliki harga yang sangat mahal.

Saat ini, ayam-ayam transgenik penghasil telur berprotein tinggi ini ditempatkan pada fasilitas yang aman. Ayam-ayam transgenik ini diharapkan dapat menelurkan 300 buah telur per tahun.

Tim peneliti berupaya menghasilkan lebih banyak ayam transgenik agar telur berprotein tinggi untuk pengobatan semakin banyak diproduksi. Tim peneliti menegaskan mereka akan memperbanyak ayam trasgenik dengan cara pembuahan alami bukan melalui kloning.

"Karena itulah di kandang ini kami juga memiliki ayam jantan," kata Profesor Helen Sang dari Roslin Institute seperti dilansir BBC.

Lissa Herron dari Roslin Institute mengatakan kandungan protein yang penting bagi pengobatan ini bukan berada pada kuning telur, melainkan putih telur. Herron mengatakan protein-protein ini sangat mahal untuk diproduksi karena tidak bisa begitu saja disintetiskan dalam laboratorium.

"Anda membutuhkan sistem hidup untuk memperoduksi protein-protein ini, karena protein merupakan molekul yang sangat besar, kompleks, dan dibutuhkan peran sel untuk memuatnya dan membentuknya secara tepat," ujar Herron.

Sejauh ini, ayam-ayam transgenik di Roslin Institute hanya dimodifikasi untuk menghasilkan dua jenis protein. Kedua jenis protein tersebut adalah Macrophage-CSF dan Alfa-2A.

"(Alfa-2A) merupakan protein yang digunakan di klinik saat ini, atau sudah dalam beberapa waktu belaangan, untuk mengobati hepatitis dan jenis kanker tertentu," ujar Herron.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA