Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Rover Luar Angkasa Cina Segera Injak Sisi Terjauh Bulan

Ahad 30 Dec 2018 13:05 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Dwi Murdaningsih

Bulan

Bulan

Foto: en.wikipedia.org
Belum ada satu pun misi luar angkasa yang mendarat di sisi terjauh bulan.

REPUBLIKA.CO.ID, SHANGHAI -- Rover luar angkasa Cina Chang'e-4 yang diluncurkan pada 8 Desember silam kini sudah bersiap untuk mendarat di sisi terjauh bulan. Reuters yang mengutip berita Xinhua pada Ahad (30/12) melaporkan jika pendaratan tersebut berhasil maka itu menjadi langkah penting Cina yang berambisi unggul dalam penjelajahan luar angkasa.

Sebelum Chang'e-4, belum ada satu pun misi luar angkasa yang mendarat di sisi terjauh bulan. Menurut laporan China National Space Administration, Chang'e-4 sekarang bersiap melakukan pendaratan namun belum dijelaskan kapan pendaratan tersebut akan terjadi.

10 Temuan Sains Paling Aneh Setahun Terakhir

Sisi bulan yang akan dijangkau Chang'e-4 selama ini tak pernah terlihat dari bumi. Itulah sebabnya pendaratan ini diistilahkan dengan pendaratan di sisi gelap bulan. Sebelumnya sudah ada misi luar angkasa yang mengamati 'sisi gelap' bulan namun tak melakukan pendaratan.

Chang'e-4 dibawa ke luar angkasa menggunakan roket Long March-3B. Chang'e terdiri atas kendaraan pendaratan dan rover yang bertugas mengeksplorasi 'sisi gelap' bulan. Berdasarkan pemberitaan Xinhua, Chang'e-4 sudah memasuki orbit bulan pada pukul 08.55 waktu setempat. Kini jarak Chang'e-4 dengan permukaan bulan hanya sejauh 15 kilometer. Chang'e 4 pertama kali berhasil masuk orbit bulan pada 12 Desember lalu.

Misi Chang'e-4 antara lain melakukan observasi astronomi, menyurvei wilayah bulan yang mencakup struktur tanah dan komposisi mineral, serta mengukur radiasi neuron dan netral atom. Tujuannya agar para ilmuwan bisa mempelajari bagaimana kondisi lingkungan di titik terjauh bulan.

Cina kini sedang berupaya menandingi Amerika Serikat dan Rusia untuk menjadi negara adidaya dalam bidang eksplorasi luar angkasa pada tahun 2030. Negeri Tirai Bambu juga sudah merencanakan merilis stasiun ruang angkasa dengan awak di tahun depan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA