Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Satelit Parker NASA Menuju Matahari, Ini Misinya

Senin 13 Aug 2018 06:04 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Dwi Murdaningsih

Satelit Parker.

Satelit Parker.

Foto: space.com
Satelit Parker memanfaatkan gravitasi Venus.

REPUBLIKA.CO.ID,  CAPE CANAVERAL --Badan ANtariksa AS (NASA) sukses meluncurkan satelit Parker.  Satelit Parker yang diluncurkan NASA mengukir sejarah karena menjadi satelit pertama yang bertolak menuju matahari.

Satelit  itu lepas landas dari stasiun angkatan udara Cape Canaveral pada Ahad (12/8) pukul 03.12 waktu setempat.

Dibawa oleh roket United Launch Alliance Delta IV Heavy, satelit Parker bertolak dari Space Launch Complex 37 di Cape Canaveral. Awalnya satelit Parker dijadwalkan dirilis pada Sabtu (11/8) namun pada detik-detik terakhir terjadi masalah teknis sehingga ditunda sehari.

Dengan memanfaatkan gravitasi Venus, satelit Parker menjadi satelit yang berada pada jarak terdekat dari matahari sepanjang sejarah. Selama tujuh tahun ke depan, Parker secara perlahan bergerak dari menuju orbit terdekat dari matahari.

Pada 2024 mendatang, satelit akan bergerak dengan kecepatan mendekati 430 ribu mil per jam. Catatan tersebut menjadi yang tercepat dalam sejarah perangkat yang pernah dibuat manusia.

Korona matahari, yang dapat disaksikan ketika terjadi gerhana, biasanya tersembunyi dari cahaya terang yang dipancarkan bintang terbesar ini. Satelit Parker diharapkan dapat mengumpulkan data-data yang tak terhingga selama berada di matahari.

Satelit itu juga diharapkan bisa menjawab apa yang selama ini menjadi pertanyaan para ilmuwan tentang yang digambarkan sebagai 'masalah pemanasan koronal'. Menurut NASA salah satu aspek tak biasa dari matahari adalah semakin jauh dari atmosfernya, temperatur justru lebih panas.

Instrumen-instrumen yang terdapat di satelit Parker akan mempelajari area magnetik, plasma, dan partikel-partikel enerjik yang membentuk angin tata surya. Angin tersebut adalah gas terionisasi yang mengalir melewati bumi dengan kecepatan lebih dari satu juta mil per jam.

Eugene Parker adalah ilmuwan pertama yang mengungkapkan teori eksistensi angin tata surya. Karena pemikirannya, nama Eugene Parker diambil menjadi nama satelit pertama yang menjalankan misi ke matahari.

Satelit itu didesain dan dibangun oleh Laboratorium Fisika Terapan di Universitas Johns Hopkins. Satelit parker juga membawa lebih dari 1,1 juta nama menuju matahari. Maret lalu sejumlah masyarakat diundang untuk mencantumkan nama mereka sebagai bagian dari misi bersejarah ini. Nama-nama mereka disematkan dalam kartu memori yang dibawa satelit ke matahari.

Mei lalu NASA mengonfirmasi selama sekitar tujuh pekan pihaknya mengumpulkan 1,137 juta nama di kartu memori. Kartu memori yang diangkut menuju matahari juga memuat foto-foto Eugene Parker dan jurnal sainsnya mengenai angin tata surya yang diterbitkan pada tahun 1958.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA