Thursday, 15 Zulqaidah 1440 / 18 July 2019

Thursday, 15 Zulqaidah 1440 / 18 July 2019

NASA akan Luncurkan Probe Terdekat dengan Matahari

Sabtu 04 Aug 2018 04:42 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Andi Nur Aminah

NASA

NASA

Foto: nasa.gov
. Peluncuran pada 11 Agustus itu akan menjadi awal misi tujuh tahun yang berani. Sela

REPUBLIKA.CO.ID, Pekan depan NASA akan meluncurkan probe, yang akan terbang lebih dekat ke matahari daripada pesawat angkasa lain yang pernah memberanikan diri mempelajari bagian terluar atmosefer. The Parker Solar Probe akan diluncurkan dari Cape Canaveral di Florida. Peluncuran pada 11 Agustus itu akan menjadi awal misi tujuh tahun yang berani.

Selama ini, pesawat ruang angkasa robotik kecil seukuran mobil kecil akan terus mengurangi orbitnya mengelilingi matahari. Pada titik terdekatnya, ia diatur untuk terbang ke korona matahari, sejauh 6,1 juta kilometer dari permukaan matahari. Jarak ini jauh lebih dekat daripada probe lain.

Tujuan dari misi ini adalah memberi lebih banyak cahaya pada angin matahari, melepas partikel bermuatan ke angkasa. Diperlukan sekitar 40 jam untuk mencapai Bumi dan partikel inilah yang menyebabkan munculnya cahaya dramatis yang dikenal sebagai aurora borealis maupun aurora australis.

Aurora mungkin cantik, tetapi hembusan angin matahari yang kuat memiliki konsekuensi yang lebih merusak. Ini dapat menyebabkan gangguan terhadap medan magnet planet kita dan dapat merusak teknologi komunikasi di Bumi.

Ilmuwan NASA Geronimo Villanueva mengatakan, badai besar yang terjadi di matahari mungkin membunuh masyarakat Bumi. "Untuk memahami bagaimana proses itu terjadi, berapa lama waktu yang dibutuhkan ketika harus melindungnya. Ini adalah hal utama yang kita jawab dengan misi ini," katanya seperti diberitakan Al Jazeera.

Karena probe Parker semakin mendekati matahari, suhu lingkungan akan meningkat secara dramatis mencapai 1.370 derajat Celsius. Perisai panas telah dirancang untuk menjaga instrumennya pada suhu 29 derajat Celsius yang dapat ditoleransi.

Proyek dengan label harga 1,5 miliar dolar AS adalah misi besar pertama di bawah porgram Living With a Star NASA.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA