Senin, 9 Zulhijjah 1439 / 20 Agustus 2018

Senin, 9 Zulhijjah 1439 / 20 Agustus 2018

Studi: DNA Memengaruhi Prestasi Akademik Seseorang

Rabu 01 Agustus 2018 16:23 WIB

Rep: Nora Azizah/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Lulus kuliah (ilustrasi)

Lulus kuliah (ilustrasi)

Foto: guardian
Meski berpengaruh, ahli meyakini efek terhadap pendidikan sangat kecil.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pekan lalu para ilmuwan menerbitkan studi terbesar mengenai pengaruh genetik terhadap pencapaian pendidikan. Studi tersebut didapatkan dengan menganalisis DNA dari 1,1 juta orang. 

Peneliti kemudian menemukan, lebih dari seribu varian genetik berperan terhadap seberapa jauh seseorang bisa lulus sekolah. Penelitian ini membuat sebagian orang gelisah karena bisa saja diterapkan dalam pengujian Gattaca-esque.

Laman Wired melaporkan, baik penelitian maupun kekhawatiran tersebut bukanlah hal baru. Korelasi DNA terhadap pendidikan sudah dilakukan sejak 2011 lalu. 

Bahkan, produk yang dibuat berdasarkan penelitian tersebut sudah banyak. Misalnya, DNA Passport atau DNA Helix yang dikembangkan Human Code asal Denver, Jerman. 

Produk tersebut bahkan meneliti seseorang berdasarkan DNA untuk mengetahui nenek moyang hingga sensitivitas terhadap gluten dan laktosa. Peneliti menemukan, lebih dari 40 sifat manusia dipengaruhi genetik, termasuk prestasi akademik.

DNA Passport yang dikembangkan Human Code menambahkan fitur pencapaian akademis ke dalam aplikasi. Fitur tersebut ditambahkan pada Desember lalu. 

Upaya pertama ilmuwan menggali hubungan antara gen dan perilaku dimulai pada 2000 silam. Penelitian dimulai dengan sampel kecil, metode yang lemah, dan hasil yang sulit diuraikan. Seorang ekonom dari Universitas Southern California, Daniel Benjamin, kemudian meminjam ide penelitian.

Ia meyakinkan organisasi penelitian dari seluruh dunia untuk mengumpulkan data kemudian diminta menjalankan studi bernama Studi Asosiasi Genome (GWAS). Hal pertama yang diteliti, yakni berapa lama seseorang bertahan di sekolah.

Kemudian pada 2011, Benjamin mendirikan Konsorsium Asosiasi Genetika Ilmu Sosial bersama dua rekannya. Tujuannya, untuk menemukan ukuran pengaruh genetika terhadap pencapaian pendidikan. Mereka juga melihat status sosial ekonomi. 

Sejak saat itu, Asosiasi berhasil mendapatkan lebih dari seribu variasi genetik terkait pendidikan di sekolah. Namun, tim Benjamin berusaha meyakinkan bahwa pengaruhnya sangat kecil. Varian juga tidak cukup kuat untuk memprediksi pencapaian akademik pada seseorang.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA