Monday, 9 Zulhijjah 1439 / 20 August 2018

Monday, 9 Zulhijjah 1439 / 20 August 2018

Arkeolog Temukan Roti Berusia 14 Ribu Tahun

Rabu 18 July 2018 09:11 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Roti berusia 14.400 tahun yang ditemukan di perapian tempat tinggal manusia di zaman batu.

Roti berusia 14.400 tahun yang ditemukan di perapian tempat tinggal manusia di zaman batu.

Foto: the week
Manusia Zaman Batu lebih dulu memakan roti dibandingkan bercocok tanam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jejak roti ditemukan di perapian di mana orang-orang Zaman Batu meninggalkan roti itu 14.400 tahun yang lalu. Sisa-sisa yang hangus dari apa yang tampak sebagai bongkahan datar ditemukan di daerah Gurun Hitam di Yordania utara. Daerah ini adalah rumah bagi beberapa pemukiman tertua di dunia.

Para arkeolog yang bekerja di lokasi pemukiman prasejarah yang disebut sebagai Shubayqa 1 ini menggali sebuah perapian yang digunakan oleh orang-orang pemburu-pengumpul yang dikenal sebagai Natufia. Mereka tinggal di wilayah itu 16.000 tahun yang lalu.

Analisis terperinci dari abu yang hangus di perapian itu menemukan bukti adanya tanaman, akar dan kacang-kacangan, yang merupakan menu makanan pokok pada Zaman Batu. Namun, penemuan paling signifikan adalah keberadaan remah-remah mirip roti di perapian.

Menggunakan teknik mutakhir yang disebut mikroskop elektronik, Lara Gonzalez Carratero, seorang ahli roti prasejarah di UCL Institute of Archaeology mengidentifikasi remah-remah tersebut sebagai roti pipih berusia 14.400 tahun. Roti ini dibuat dengan pasta tepung dan air secara sederhana. Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Proceedings of National Academy of Sciences.

Astronom Temukan Bulan 'Salah Arah' Mengelilingi Jupiter

Roti itu menjadi bukti yang lebih tua sekitar 4.000 tahun dibandingkan bukti pertanian paling awal. Ilmuwan menyimpulkan manusia lebih dulu memakan roti jauh sebelum mereka bercocok tanam.

Profesor Tobias Richter, yang memimpin penggalian ini mengatakan penemuan itu mendorong pemikiran ulang tentang bagaimana manusia purba hidup dan berkembang.

“Pertanian sejati, yang berarti ketika manusia dan tumbuhan bergantung satu sama lain, hanya dapat dikatakan benar-benar ada pada sekitar 10.500 tahun yang lalu,” katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA