Selasa, 4 Rabiul Akhir 1440 / 11 Desember 2018

Selasa, 4 Rabiul Akhir 1440 / 11 Desember 2018

Peneliti Menemukan Fosil Kerabat Panda Berusia 22 Ribu Tahun

Kamis 21 Jun 2018 14:52 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

seekor panda bernama Fu Ni (ilustrasi)

seekor panda bernama Fu Ni (ilustrasi)

Foto: ABC
Kerabat panda tersebut hidup dalam rentang 144 ribu hingga 227 ribu tahun lalu

REPUBLIKA.CO.ID, GUANGXI -- Sekelompok peneliti di Cina menemukan fosil panda raksasa di Provinsi Guangxi. Fosil panda tersebut diperkirakan berusia 22 ribu tahun dan ditemukan di sebuah gua bernama Cizuthuo. Anehnya, gua tersebut bukan merupakan habitat panda.

Meskipun demikian, analisis lebih lanjut menunjukkan fosil tersebut berbeda dengan panda yang masyarakat kenal pada masa kini. Dikutip di IBT, fosil yang ditemukan ini merupakan kerabat dari panda dan terpisah dari garis keturunan hewan tersebut sampai akhirnya punah.

Menurut para peneliti, panda purba ini hidup sekitar 144 ribu hingga 227 ribu tahun yang lalu. Jenis kerabat panda tersebut kemudian punah sehingga tidak bisa dilihat lagi pada masa sekarang. 

Tim peneliti dari Chinese Academy of Science (CAS) mengekstraksi DNA mitokondria dari spesimen di gua tersebut. Meskipun lingkungan subtropis membuat pelestarian dan pemulihan sampel DNA sulit, peneliti berhasil menyusun hampir 150 ribu fragmen DNA untuk menciptakan genom mitokondria lengkap.

Analisis tersebut mengkonfirmasi bahwa fosil yang ditemukan berasal dari kelompok lain yang terpisah dari nenek moyang panda modern. Penemuan tersebut mengindikasikan hubungan yang terpisah dan berbeda dari panda masa kini.

Diduga, perbedaan ini muncul karena habitat yang berbeda dari panda Guangxi dan nenek moyang panda masa kini. Selain itu, peneliti juga menduga ada perbedaan iklim yang terjadi selama periode glasial terakhir.

"Kita menemukan garis keturunan mitokondria yang berbeda, menunjukkan panda Guangxi secara genetik lebih erat terkait dengan panda masa kini daripada beruang lainnya, memiliki sejarah yang mendalam dan terpisah dari nenek moyang panda masa kini," kata peneliti dari CAS, Qiaomei Fu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES