Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Hutan Hujan Amazon Ternyata Pernah Dihuni Sebelum Eropa Tiba

Rabu 28 Mar 2018 18:49 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Winda Destiana Putri

Hutan Hujan Amazon Amerika

Hutan Hujan Amazon Amerika

Foto: Wikipedia
Diperkirakan, kehidupan tersebut berlangsung hingga tahun 1500.

REPUBLIKA.CO.ID, BRASIL -- Peneliti menemukan fakta beru terkait Hutan Hujan Amazon yang selama ini diduga tidak pernah dihuni oleh manusia. Penemuan terbaru mengatakan lokasi tersebut ternyata pernah ditempati manusia sebelum orang Eropa tiba di Benua Amerika.

Kelompok arkeolog dari Universitas Exeter Brasil melakukan ekskavasi di dalam Hutan Hujan Amazon dan menemukan perbentengan dan geoglif. Temuan tersebut menunjukan di dalam pedalaman Hutan Hujan Amazon pernah terdapat pedesaan yang ditinggali ribuan orang.

"Pendapat tentang Amazon merupakan tempat yang indah dan belum pernah tersentuh manusia itu tidak benar," kata Jonas Gregorio de Souza, dilansir di The Independent, Rabu (28/3).

Gregorio de Souza menggambarkan seluas 1.800 kilometer Amazon selatan dipenuhi petunjuk adanya kebudayaan sebelum masa Colombus datang. Diperkirakan, kehidupan tersebut berlangsung hingga tahun 1500.

Para peneliti sebelumnya berasumsi masyarakat Amazon masa lalu akan membangun pemukiman di sekitar sungai. Akan tetapi, para peneliti mengungkapkan penemuan mereka juga terdapat jauh di dalam hutan. Hal ini menunjukan, penduduk di lokasi tersebut bisa mencapai hampir 10 juta pada saat kedatangan orang Eropa.

Meskipun demikian, diperkirakan sebelum orang Eropa tiba masyarakat di hutan tersebut terserang penyakit yang menyerang sebagian besar populasi mereka. Serangan penyakit tersebut diduga tiba berasal dari orang Eropa yang melakukan eksplorasi menuju Hutan Hujan Amazon.

"Hal yang mungkin terjadi adalah sebagian besar populasi masyarakat Hutan Amazon terkena penyakit bahkan sebelum orang Eropa melakukan kontak dengan mereka. Hal ini disebabkan karena penyakit menyebar lebih cepat dari orang," lanjut Geoirgio de Souza.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA