Rabu, 6 Syawwal 1439 / 20 Juni 2018

Rabu, 6 Syawwal 1439 / 20 Juni 2018

Bunga Daffodil Berkhasiat Antikanker

Rabu 14 Maret 2018 10:54 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Winda Destiana Putri

Amaryllidaceae narcissus

Amaryllidaceae narcissus

Foto: Flickr
Masyarakat kuno menggunakannya untuk mengobati inflamasi, malaria, dan infeksi virus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Esktrak alami bunga daffodil ternyata berkhasiat antikanker, menurut ahli Fakultas Ilmu Pengetahuan di Universit libre de Bruxelles (ULB) Prancis, Denis Lafontaine. Bersama rekan-rekannya, Lafontaine menerbitkan hasil penelitian berjudul 'The Amaryllidaceae Alkaloid Haemanthamine Binds the Eukaryotic Ribosome to Repress Cancer Cell Growth' di Structure Journal edisi terbaru.

Dilansir dari News Medical Life Science, Rabu (14/3), tim berhasil mengekstrak senyawa antikanker alami, disebut haemanthamine, dari bunga daffodil atau tumbuhan dengan nama ilmiah Amaryllidaceae narcissus. Haemanthamine bisa mengikat ribosom dalam sel.

Ribosom adalah molekul mikroskopis yang membantu sintesis protein. Sel kanker berkembang biak dengan cepat dan menyebar ke seluruh tubuh, dan semua ini bergantung pada protein jenis protease p53.

Jika ribosom ini bisa dihentikan, sintesis protease p53 pun terhenti dan menghentikan pertumbuhan kanker. Peneliti menemukan haemanthamine dapat menghambat produksi protease p53 dengan menghalangi ribosom.

Haemanthamine juga bertindak sebagai nukleolus dengan menghentikan produksi ribosom itu sendiri. Seluruh proses ini mengaktifkan rangkaian anti-tumour surveillance dan menghentikan pertumbuhan tumor. Jika protease p53 ini distabilkan atau dihilangkan, maka pertumbuhan sel kanker terhenti dan sel kanker itu sendiri akan hilang.

Masyarakat Yunani dan Romawi Kuno sejak berabad-abad lalu mengenal daffodil sebagai antikanker, meski hanya dari cerita mulut ke mulut. Masyarakat kuno menggunakannya untuk mengobati inflamasi, malaria, dan infeksi virus.

Bunga daffodil mengandung beberapa alkaloid, seperti galanthamine, lycorine (LYC), haemanthamine (HAE), tazettine, dan haemanthamine precursor haemanthidine (HAD). Senyawa haemanthamine juga ditemukan pada tanaman lain, seperti kina dari pohon cinchona, dan efedrin dari tanaman Ephedra sinica.

Peneliti dalam penelitian ini menguji hemagamin dan hemoridimin prekursor dari bunga daffodil. Mereka menemukan keduanya dapat menghentikan pembelahan sel kanker. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk mengubah temuan awal ini menjadi obat antikanker yang nyata dan tersedia secara medis.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES