Thursday, 7 Syawwal 1439 / 21 June 2018

Thursday, 7 Syawwal 1439 / 21 June 2018

Pahatan Unta Berusia 2.000 Tahun Ditemukan di Arab

Jumat 16 February 2018 08:27 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/hartifiani praisra/ Red: Dwi Murdaningsih

Ukiran unta ditemukan di Arab Saudi.

Ukiran unta ditemukan di Arab Saudi.

Foto: CNRS/MADAJ, R. Schwerdtner via the independent
Dibutuhkan keterampilan teknis yang luar biasa untuk membuat ukiran itu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAWF -- Arkeolog telah sejumlah ukiran unta dengan ukuran yang sama di tengah gurun Arab Saudi. Tim peneliti Saudi-Franco mengeksplorasi apa yang dikenal sebagai Situs Unta di provinsi Al Jawf di barat laut Arab Saudi.

Temuan ini dianggap belum pernah terjadi sebelumnya baik dalam ukuran ataupun kualitasnya. Ukuran ini diyakini sebagai ukuran asli dari camelids and equids yang diukir dengan baik.

 

Ukiran di bagian bawah dibuat secara mendalam dan jelas, sementara di bagian atasnya setidaknya setengah dari bentuk patung dibuat menonjol dibandingkan latarnya.

 

Unta digunakan sebagai lambang seni di beberapa wilayah selama berabad-abad. Namun para periset mencatat dibutuhkan keterampilan teknis yang luar biasa untuk membuat ukiran tersebut.

 

 

Arkeolog yang menjelajahi situs ini antara tahun 2016 hingga 2017 percaya bahwa karya seni bisa menjadi tempat pemujaan atau penanda dalam lanskap yang kabur.

 

"Situs yang terisolasi dan tampaknya tidak dapat dihuni ini menarik pemahat batu yang terampil untuk membuat kesaksian penting bagi populasi sekitarnya. Mungkin dibuat sebagai penanda batas atau pemujaan. Situs Unta ini menawarkan bukti baru yang penting untuk evolusi seni bebatuan Arab," ujar para peneliti yang ditulis dalam jurnal Antiquity dilansir dari The Independent.

 

Periset percaya bahwa seni ini berasal dari tradisi Arab dengan pengaruh Nabatea dan Parthia. Meskipun situs ini sulit untuk ditentukan tanggal pembuatannya dibanding dengan relief di Petra, Yordania, penemuan ini membuat para periset percaya bahwa patung-patung itu selesai pada abad pertama Sebelum masehi.

 

"Situs Unta sekarang bisa dianggap sebagai ajang utama seni bebatuan Saudi di wilayah yang sangat menguntungkan untuk penemuan arkeologi," lanjut peneliti.

 

Guillaume Charloux, salah satu penulis utama mengatakan bahwa temuan tersebut benar-benar unik. "Selain batu api yang ditemukan di sekitar ukiran, kami tidak memiliki bahan diagnostik lainnya dan kami tidak yakin apakah batu api itu digunakan untuk mengukir patung," ujarnya.

 

Orang-orang Nabasia disebut hidup dengan kuat di daerah tersebut dan bisa memiliki komunitas di dekatnya. Mereka juga berdagang dengan Mesopotamia, yang menunjukkan ukiran itu dan merupakan tonggak sejarah kafilah kuno.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA