Rabu, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Rabu, 13 Rabiul Awwal 1440 / 21 November 2018

Lemur Kecil Baru Ditemukan di Madagaskar

Kamis 01 Feb 2018 13:39 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Winda Destiana Putri

Lemur kecil di Madagaskar.

Lemur kecil di Madagaskar.

Foto: Sciencealert
Primata ini memiliki total sekitar 100 spesies, yang dikategorikan begitu sering.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pulau Madagaskar di Afrika merupakan hotspot ajaib keanekaragaman hayati yang tidak ditemukan di tempat lain di planet ini. Dan itu termasuk rumah asli setiap lemur di dunia.

Primata ini memiliki total sekitar 100 spesies, yang dikategorikan begitu sering. Sekarang peneliti telah menemukan tambahan terbaru untuk keluarga lemur kerdil, Groves lemur kurcaci Cheirogaleus grovesi.

 

Populasi malam hari, berukuran hanya 17 sentimeter (6,7 inci) dengan ekor setebal 28 sentimeter, adalah lemur hitam kecoklatan dengan bercak putih imut di hidung. Seperti semua sepupunya, dengan mata hitam kecil yang lucu, dan jari-jari kecil dengan jempol yang berlawanan, membantu memanjat pohon dan memetik buah.

 

Kurcaci Groves tinggal di bagian tenggara pulau itu, dan ditemukan di dua taman nasional Ranomafana dan Andringitra, di mana ia tinggal di kanopi hutan hujan, dan sebagian besar bergantung pada buah. Spesies ini dinamai untuk menghormati primatolog Inggris-Australia terkemuka Colin Groves "sebagai pengakuan atas lebih dari 40 tahun bekerja di bidang primatologi, biologi evolusioner, analisis morfologi, taksonomi mamalia dan disiplin terkait".

 

Groves, yang meninggal tahun lalu, mengidentifikasi lebih dari 50 spesies hewan selama karirnya yang panjang. Itu termasuk beberapa lemur baru pada 1999, ketika masih menganggap keluarga hanya berisi dua spesies, sebuah angka yang sekarang membengkak menjadi delapan secara keseluruhan.

 

Sementara lemur dalam genus seperti Cheirogaleus dapat terlihat sangat mirip satu sama lain, kemajuan dalam analisis DNA molekuler telah memungkinkan identifikasi spesies yang berbeda secara lebih baik, seperti dalam kasus penemuan terbaru ini.

 

Tim mengumpulkan sampel DNA kecil dari beberapa lemur yang tertangkap dengan aman dan kemudian dilepaskan kembali ke hutan hujan, dan membandingkan data urutan mitokondria dengan sampel dari spesies yang telah dijelaskan sebelumnya dan yang diusulkan pada 2014 dan 2015. Dan para periset percaya bahwa nantinya dapat mengharapkan untuk memenuhi spesies lemur lagi di tahun-tahun mendatang.

 

"Spesies baru ini adalah satu dari beberapa lemur kurcaci baru dalam genus Cheirogaleus yang telah atau sedang dalam proses untuk dijelaskan," kata salah satu tim peneliti, Russell Mittermeier dari Global Wildlife Conservation mengatakan kepada Mike Gaworecki di Mongabay dilansir dari laman Science Alert.

 

"Ini menunjukkan betapa sedikit yang kita ketahui tentang keanekaragaman hayati pada umumnya, dan bahkan kerabat terdekat kita, primata," lanjutnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA