Friday, 6 Zulhijjah 1439 / 17 August 2018

Friday, 6 Zulhijjah 1439 / 17 August 2018

SpaceX akan Luncurkan Roket 'Terkuat' di Dunia

Sabtu 06 January 2018 15:06 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Yudha Manggala P Putra

Space X

Space X

Foto: Mashable

REPUBLIKA.CO.ID, FLORIDA -- CEO Elon Musk mengumumkan perusahaanya SpaceX akan meluncurkan 'roket paling kuat di dunia' akhir bulan ini dengan muatan mobil listrik di dalamnya.

Megarocket bernama 'Falcon Heavy' akan melampaui orbit dari bekas roket Apollo 11 di Kennedy Space Center, Florida. Musk mengatakan peluncuran akan berlangsung pada akhir bulan ini dalam sebuah misi tak berawak dengan muatan unik, 'cherry red' 2008 Tesla Roadster ke Mars.

Roket tersebut akan menggunakan 27 mesin dan tiga re-usable core yang akan kembali ke Bumi setelah lepas landas selama penerbangan uji, ditetapkan sebagai salah satu tantangan perusahaan yang paling kompleks secara teknis sampai saat ini. Musk mengatakan, sebelum peluncuran perdana, sebuah tes roket diharapkan akan dilakukan pada pekan depan.

"Falcon Heavy sekarang vertikal di bekas roket Apollo 11. Pada 2.500 ton, sama dengan 18 pesawat Boeing 747 dengan kecepatan penuh, ini akan menjadi roket paling kuat di dunia dengan faktor dua. Semangat pada hari peluncuran dijamin, dengan satu atau lain cara. Peluncuran akhir bulan," tulisnya di Instagram pada hari Kamis, dilansir dari laman Daily Mail Sabtu (6/1).

Ketika diluncurkan untuk pertama kalinya pada akhir Januari, Falcon Heavy akan menjadi roket paling kuat di dunia berkat dorongan 5,1 juta pon yang dihasilkan melalui 27 mesin Merlin. Roket luas, yang pada akhirnya menjadi tiga roket Falcon 9 yang dihubungkan bersama, akan memiliki dorongan gabungan untuk akhirnya meluncurkan muatan 140.000 pound (63.500 kg) ke orbit.

Misi tersebut menandai proyek SpaceX yang paling ambisius sampai saat ini. Sebelumnya Musk mendirikan SpaceX pada 2002, dengan tujuan untuk mengurangi biaya transportasi luar angkasa. Pria berusia 46 tahun yang juga merupakan CEO Tesla, memprediksi muatan Falcon Heavy akan bertahan di tempat untuk sementara waktu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA