Saturday, 17 Zulqaidah 1440 / 20 July 2019

Saturday, 17 Zulqaidah 1440 / 20 July 2019

Badai Besar Diprediksi Bakal Hantam Pantai Timur AS

Jumat 05 Jan 2018 08:04 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Winda Destiana Putri

Badai (ilustrasi)

Badai (ilustrasi)

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Sebuah badai besar diprediksi bakal menghantam Pantai Timur Amerika Serikat (AS) pada pekan ini. Akibatnya, pada sepanjang pekan ini, Pantai Timur AS akan dilanda badai salju dan angin dingin dengan suhu yang begitu rendah. Bahkan, suhu dingin ini pun diperkirakan bakal menjadi yang terendah dalam satu abad terakhir.

Badai besar ini terbentuk dari kombinasi tiga elemen energi di atmosfer, yang biasa disebut Shortwaves. Shortwaves ini memicu terjadinya badai, yang sebenarnya sudah terbentuk di sekitar perairan Florida. Pembentukan badai ini pun kemudian dipengaruhi oleh hembusan angin dingin dari Samudera Atlantik pada Rabu malam waktu setempat.

Badai ini kemudian bergerak ke arah Florida Selatan, hingga mencapai Massachusetts. Berdasarkan citra dan prediksi dari komputer, intensitas badai tersebut diperkirakan bakal terus meningkat, sehingga mencapai tingkat tertinggi, yang di kalangan meteorologis kerap disebut bom, dan prosesnya disebut bombogenesis.

Menurut meteorologis dari Earth Networks, Anthony Sagliani, terminologi bom iklim ini merujuk pada pembentukan badai yang dipicu pertemuan antara tekanan udara dingin yang rendah dengan suhu panas dari laut. Biasanya, badai ini membentuk tekanan udara mencapai 24 milibar dalam 24 jam. Dengan adanya perbedaan yang tajam antara massa udara dingin dengan suhu dari laut, yang biasanya hangat.

Maka intensitas terjadinya badai akan semakin meningkat, paling tidak beberapa milibar dalam 24 jam mendatang. ''Tapi, tekanan udara minimum, yang mencapai di bawah 950 milibar, jarang terjadi di badai-badai non tropis dalam 30 tahun terakhir,'' tutur Anthony seperti dikutip Mashable.

Kendati begitu, dalam model yang dikembangkan komputer, tekanan udara minimun dalam bom iklim ini dapat mencapai 950 milibars pada titik puncaknya. Sebagai perbandingan, badai Sandy, yang mengluluhlantakan New Jersey pada 2012 silam, memiliki catatan tekanan udara minimum sebesar 946 milibars.

Secara umum, semkain rendah tekanan udara, maka badai tersebut akan semakin kuat. Berdasarkan model yang telah dikembangkan komputer, intensitas bom iklim saat ini diperkirakan mencapai tekanan udara minimum sebesar 950 milibar. Intensitas badai seperti ini tidak pernah terjadi di Pantai Timur AS, paling tidak dalam satu abad terakhir.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA