Monday, 9 Zulhijjah 1439 / 20 August 2018

Monday, 9 Zulhijjah 1439 / 20 August 2018

NASA Berhasil Selesaikan Pelacakan Asteroid Berbahaya

Selasa 07 November 2017 04:12 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Winda Destiana Putri

Asteroid

Asteroid

REPUBLIKA.CO.ID, Ilmuwan NASA memimpin tim multi-nasional astronom dalam latihan internasional pertama untuk menguji kemampuan dalam melacak asteroid berbahaya. Tujuan latihan tersebut untuk memulihkan, melacak, dan mengkarakterisasi asteroid yang dianggap sebagai pemicu potensial merusak Bumi sebagaimana yang dikatakan dalam siaran pers NASA.

Pemimpin NASA termasuk ilmuwan lainnya telah lama khawatir akan kemungkinan adanya asteroid berbahaya dengan ukuran besar yang akan memberikan dampak pada Bumi. Meskipun akibat dari asteroid tersebut tidak akan menghapus populasi manusia seutuhnya, namun hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan dan kehancuran yang besar.

Dengan alasan tersebut NASA mengembangkan cara untuk mendeteksi dan menangkal asteroid berbahaya dan melatih ilmuwan lainnya. Latihan tersebut dirasa penting karena memungkinkan para ilmuwan menguji Jaringan Peringatan Asteroid Internasional milik NASA yang memiliki kewajiban melacak letak asteroid berbahaya.

Setelah direncanakan selama berbulan-bulan, latihan tersebut akhirnya dilakukan pada bulan Juli bersamaan dengan kegiatan astronom di Observatorium Very Large Telescope European Southern Observatory untuk melihat asteroid TC4 2012 -sebuah asteroid kecil yang berada di jalur lintas dekat Bumi.

Saat TC4 mendekati Bumi, para ilmuwan bekerja sama untuk menganalisis ukuran, komposisi, dan lintasan asteroid tersebut. Pelatihan tersebut juga untuk memastikan bahwa saluran komunikasi internasional untuk pembagian informasi yang cepat dan efektif tersedia dengan baik. Hal tersebut merupakan aspek kunci latihan tersebut.

"Kampanye TC4 tahun 2012 merupakan kesempatan luar biasa bagi para periset untuk menunjukkan kesediaan dan kesiapan untuk berpartisipasi dalam kerja sama internasional yang serius dalam menangani potensi bahaya terhadap Bumi (objek dekat Bumi)," ujar Boris Shustov, Direktur Sains Institut Astronomi di Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia.

Pengamatan para astronom memungkinkan mereka untuk memastikan bahwa TC4 tidak akan mempengaruhi Bumi dalam orbit di masa mendatang. Selain itu astronom dapat menentukan komposisi asteroid. Llatihan terakhir terjadi di bulan Oktober ketika TC4 mendekati orbit Bumi sejauh 43.780 kilometer di atas kepala manusia, dilansir laman Sciencealert

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA