Senin, 3 Zulqaidah 1439 / 16 Juli 2018

Senin, 3 Zulqaidah 1439 / 16 Juli 2018

Dunia Terancam Alami Krisis Pasir

Selasa 12 September 2017 03:25 WIB

Rep: Taufiq Alamsyah Nanda/ Red: Dwi Murdaningsih

Dunia bisa mengalami krisis pasir. (ilustrasi)

Dunia bisa mengalami krisis pasir. (ilustrasi)

Foto: Elizaveta Galickaia / Shutterstock via science alert

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Manusia selama ini menganggap pasir sebagai sebagai sumber daya yang takterbatas. Melihat hamparan pasir di pantai dan padang pasir, seakan pasir tidak ada habisnya. Namun, kenyataan tidaklah demikin.

 

Penelitian terbaru yang dipublikasikan dijurnal Science telah mematahkan anggapan tersebut. Dalam penelitian tersebut dikatakan bahwa eksploitasi global terhadap pasir dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang cukup serius. Selain itu juga membahayakan masyarakat dan memicu konflik sosial.

Permintaan yang meroket, dikombinasikan dengan pertambangan yangtak terbatas, semakin mempercepat 'krisis' pasir. Banyak bukti menunjukkan bahwa pasir menjadi semakin langka di banyak wilayah.

Seperti contohnya di Vietnam, permintaan pasir di dalam negeri melebihi jumlah cadangan negara. Jika hal tersebut terus berlanjut, Vietnam terancaam kehabisan pasir untuk pembangunan pada tahun 2020. Hal tersebut diungkapkan oleh Kementerian Konstruksi Vietnam.

Sayangnya, masalah kelangkaan pasir jarang disebutkan dalam diskusi ilmiah. Serta belum dipelajari secara sistematik. Sementara itu para ilmuwan berupaya keras mengukur dampak sistem infrastruktur seperti jalan dan bangunan dalam mempengaruhi habitat yang mengelilinginya. Dampak penggalian mineral konstruksi seperti pasir dan kerikil untuk membangun infrastruktur dianggap telah diabaikan.

Sejak dua tahun lalu, ilmuwan telah menciptakan sebuah kelompok kerja yang bertujuan untuk memberikan perspektif terpadu tentang penggunaan pasir global. Menurut pandangan mereka, penting untuk memahami apa yang terjadi di tempat pasir ditambang, di mana saja pasir digunakan dan jumlah titik yang terkena dampak. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyusun kebijakan yang sesuai.

Ilmuwan melakukan analisis melalui pendekatan interaksi social-ekonomi dan lingkungan.  Berdasarkan apa yang telah dipelajari, ilmuwan meyakini sudah saatnya untuk mengembangkan konvensi internasional dalam mengatur penambangan, penggunaan dan perdagangan pasir.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA