Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Sistem Peringatan Dini UGM Jadi Rujukan Dunia

Jumat 09 Sep 2016 19:56 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Universitas Gadjah Mada

Universitas Gadjah Mada

Foto: en.wikipedia.org

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Sistem pemantauan dan peringatan dini terhadap longsor atau Landslide Early Warning System (LEWS) karya Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menjadi rujukan dunia internasional.

"Berkat perjuangan gigih para peneliti longsor UGM, LEWS karya UGM berhasil lolos untuk diproses lanjut sebagai standar rujukan dunia," ujar Rektor UGM Dwikorita Karnawati dalam siaran persnya, Jumat.

Ia mengatakan keberhasilan LEWS sebagai standar internasional akan berdampak penting pada kepeloporan dan kedaulatan Indonesia dalam industri kebencanaan di dunia. Hal ini, katanya, juga berarti nantinya seluruh produk industri internasional untuk LEWS harus merujuk ke sistem dan teknologi karya UGM itu.

Lebih jauh Dwikorita mengatakan LEWS juga menjadikan Indonesia sebagai negara pertama dari middle income country yang berani mengusulkan produknya menjadi rujukan internasional.

"Tanpa keberanian ini, Indonesia akan terpaksa menjadi pengguna ISO dengan membayar biaya mahal apabila ingin produk atau sistem ini dapat diakui berkualitas sesuai standar internasional sebagai syarat untuk diterima di pasar global," ungkap dia.

Ia menambahkan, keberhasilan UGM dalam merebut peluang menjadi rujukan berstandar internasional pada ISO itu diharapkan akan lebih mendorong dan menggalakkan proses hilirisasi riset di Indonesia. Dengan demikian dapat menjadikan posisi Indonesia bersaing ketat dengan negara-negara yang lebih dulu maju dan memiliki kecanggihan teknologi.

"Masih cukup banyak karya riset UGM yang dapat diproses lanjut menjadi standar internasional sehingga dapat memperkuat posisi riset UGM dalam proses hilirisasi ke industri," kata Dwikorita.

Baca juga, Enam Warga Kebumen Tertimbun Tanah Longsor. 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA