Senin, 9 Zulhijjah 1439 / 20 Agustus 2018

Senin, 9 Zulhijjah 1439 / 20 Agustus 2018

Inikah Asal Usul Emas dan Perak yang Ada di Bumi?

Sabtu 28 Mei 2016 08:54 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Koin bertemakan Piala Dunia 2014, yang terbuat dari emas, perak, dan nikel tembaga, dipamerkan saat proses pembuatannya di Rio de Janeiro pada awal Januari.

Koin bertemakan Piala Dunia 2014, yang terbuat dari emas, perak, dan nikel tembaga, dipamerkan saat proses pembuatannya di Rio de Janeiro pada awal Januari.

Foto: Reuters/Ricardo Moraes

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para ilmuwan mencari asal-usul logam berharga yang ada di Bumi termasuk emas, perak dan platinum selama hampir 60 tahun. Ilmuwan berpikir mungkin mereka mengetahui dari mana asal usul logam mahal tersebut.

Ilmuwan dari MIT baru saja menemukan galaksi kerdil kuno yang dinamakan Retikulum II. Galaksi ini berlokasi sekitar 98 ribu tahun cahaya dari Bumi. Galaksi ini memiliki bintang yang mengandung sejumlah besar logam-logam ini.

"Produksi undur-unsur ini (unsur berat dan berharga) membutuhkan begitu banyak energi dan ini membuat produksi dalam skala percobaan menjadi tidak mungkin. Jadi kita harus menjadikan bintang atau benda kosmos sebagai laboratorium kami," kata Anna Frebel, ilmuwan dari MIT.

Galaksi Reticulum II mengorbit kepada Bima Sakti dan merupakan galkasi kerdil terdekat yang pernah ditemukan. Galaksi ini dianggap sebagai salah satu kandidat terbaik untuk mendeteksi materi gelap yang masih sulit dipahami. Kini, galaksi ini menjadi salah satu tempat terbaik untuk mengetahui asal-usul logam di alam semesta.

Dengan menanganalisa cahaya bintang dari beberapa bintang di galaksi itu menggunakan teleskop Magellan di Las Campanas Observatory di Chile, tim menyimpulkan galaksi ini mengandung sejumlah besar unsur r-proses. R-proses adalah istilah yang digunakan untuk menyebut unsur-unsur berat dan berharga, seperti emas, perak, uranium atau bahkan platinum.

Pada tahun 1957, fisikawan Hans Suess dan Harold Uret menunjukan beberapa jenis neutron membentuk unsur-unsur tersebut. Mereka menyarankan ada suatu tempat di alam semesta yang memiliki kondisi ekstrem yang memungkinkan terbentuknya unsur-unsur ini.

Mereka lantas membuat hipotesis bahwa ledakan bintang raksasa dan gabungan dari neutron bintang-bintang yang ada di alam semsta adalah skenario yang paling mungkin menjadi teori yang bisa diajukan untuk pembentukan unsur r-proses ini. Namun, mereka belum memiliki bukti sehingga terbentuknya unsur tersbeut masih menjadi misteri.

Kini, dari hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature mengatakan bahwa hipotesis Suess dan Urey mungkin benar. "Neutron yang terbentuk dari penggabungan bintang mungkin menjadi sebab asal usul dari terbentuknya unsur-unsur berharga di alam semesta," kata Enrico Ramirez-Ruiz, dari Universitas California. Dia tidak terlibat dalam pebelitian ini namun ikut dalam diskusi panel, belum lama ini.

Jadi bagaimana semua emas, perak, uranium dan timah terebentuk dan akhirnya ada di perut Bumi? Tim berpikir semua itu terbentuk saat ledakan bintang galaksi neutron kerdil dan tertanam di asteroid (pada saat itu) kemudian diangkut ke Bumi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA