Jumat, 6 Zulhijjah 1439 / 17 Agustus 2018

Jumat, 6 Zulhijjah 1439 / 17 Agustus 2018

NASA Rilis Gambar Baru Dua Galaksi Tampak Usai Bertabrakan

Selasa 29 Maret 2016 14:26 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Foto yang dirilis NASA diambil dari gabungan 3 teleskop.

Foto yang dirilis NASA diambil dari gabungan 3 teleskop.

Foto: NASA

REPUBLIKA.CO.ID, Badan Antariksa AS (NASA) baru saja merilis gambar baru yang ditangkap oleh teleskop luar angkasa Hubble. Gambar ini tambak seperti momen dimana kluster galaksi bertabrakan satu sama lain.

Hasil tumbukan kosmik ini membentuk struktur baru yang disebut MACS J0416.1-2403 atau sederhananya disebut MACS J0416. Struktur ini terletak di sekitar 4,3 miliar tahun cahaya dari Bumi ke konstelasi Eridanus.

Gambar ini tampak benar-benar nyata sebab masing-masing dari galaksi mengandung meiliaran bintang dan planet-planet yang tidak terhitung jumlahnya. Sama seperti Galaksi Bima Sakti yang juga memiliki planet dan bintang dari tata surya.

Untuk membuat gambar tersebut, tim yang bernama Cosmic Kaleidoscope, menggabungkan data yang ditangkap oleh tiga teleskop yang berbeda untuk menangkap gambar-gambar di langit.

"Gambar ini menggabungkan data dari beberapa teleskop, NASA/ESA Hubble Space Teleskope (untuk menunjukkan galaksi dan bintang-bintang), NASA Chandra R-ray Observatory (difusi emisi dalam warna biru) dan NRAO Jansky Very Large Array (difusi emisi dalam warna pink). Masing-masing teleskop menunjukkan unsur yang berbeda dari klaster sehingga memungkinkan astronom mempelajari MACS J0416 secara rinci," ujar tim, dilansir dari Science Alert.

Tim mengatakan dua klaster galaksi ini sebenarnya tidak menabrak satu sama lain. Tim mengatakan jika tabrakan terjadi, materi gelap klaster dan gas akan terpisah dan klaster tidak akan terus mendistorsi cahaya dari galaksi di belakangnya.

"Dalam gambar ini, materi gelap muncul untuk menyelarasan dengan gas warna warni, menujukkan bahwa kedua kelompok belum bertabrakan, jika claster sudah bertabrakan satu sama lain, materi gelap dan gas akan terpisah," kata peneliti.

Efek lensa gravitasi dapat memperkuat cahaya dari bintang nan jauh untuk membuatnya tampak lebih besar. Efek lensa gravitasi ini juga memungkinkan peneliti menemukan benda-benda yang sangat tua yang 'terbentuk' beberapa juta tahun setelah Big Bang.

Peneliti menjelaskan MACS J0416 ini juga mengandung sejumlah besar materi gelap karena meninggalkan jejak yang terdeteksi dalam cahaya tampak ditangkap oleh teleskop dengan mendistorsi gambar. Dari gambar ini, ilmuwan bisa mempelajari materi kosmsik seperti materi gelap dan energi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA