Rabu, 4 Zulhijjah 1439 / 15 Agustus 2018

Rabu, 4 Zulhijjah 1439 / 15 Agustus 2018

Ceres, Planet Kerdil yang Memicu Perdebatan Ilmuwan

Senin 28 Maret 2016 09:37 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Foto zoom planet ceres yang diambil NASA.

Foto zoom planet ceres yang diambil NASA.

Foto: NASA

REPUBLIKA.CO.ID, TEXAS -- Tahun lalu, Ceres, sebuah planet kerdil yang terletak di antara Mars dan Jupiter adalah subjek yang menjadi perdebatan para peneliti di seluruh dunia. Ada bintik cahaya misterius di planet itu. Ilmuwan mencari tahu tentang bintik-bintik misterius di sana. Meskipun misteri ini sedikit teruangkap, pesawat ruang angkasa Dawn milik Badan Antariksa AS (NASA) dikirim kembali untuk mengambil beberapa gambar yang paling jelas dari titik terang yang pernah diambil.

baca Teka-Teki Cahaya Misterius di Planet Ceres Terpecahkan

Gambar-gambar baru yang diresmikan pada Lunar and Planetary Scince Conference ke 47 ini diambil dari jarak 385 kilometer di atas kawah Occator, lubang di permukaan planet kerdil. Lubang ini membentang 92 kilometer dan sedalam 4 km. Foto-foto baru memberikan tampilan yang lebum pernah terjadi sebelumnya di dalam kawah dan pusat yang sangat terang.

Ilmuwan planet Ralf Jaumann mengatakan sebelum Dawn memulai pengamatan insentif Ceres pada tahun lalu, kawah Occator tampak sebagai salah satu daerah yang terang dan besar.

"Sekarang dengan foto terbaru kita dapat melihat fitur yang kompleks dan menjadi misteri baru untuk diselidiki. Geometri rumit dan interior kawah menunjukkan aktivitas geologi di masa lalu. Tapi kami harus menyelsaikan pemetaan geologi secara rinci untuk menguji hopotesis pembentukannya," kata dia, dilansir dari Science Alert, pekan lalu.

Selain foto kawah, tim juga merilis peta warna permukaan Ceres yang menyoroti material pembentuk planet dan bagaimana kawah ini terdistribusi di sekitarnya. Data ini akan membantu peneliti memahami permukaan Ceres.

Selain foto kawah, tim juga menemukan air ditemukan di kawah Oxo. Air ini terlihat melalui spektra inframerah (VIR). Data baru memungkinkan para peneliti lebih memahami bagaimana Ceres terbentuk dan berapa banyak air tersembunyi di sama.

Ilmuwan planet Jamie Condliffe mengatakan astronom meyakini titik terang pada Kawah Occator terbuat dari garam. Dan baru-baru ini terungkap bahwa hipotesa ini akan berubah. Belum ada yang cukup yakin bagaimana dan mengapa bisa terbentuk.

"Kita senang sekali mengungkap gambargambar yang baru terutama Occator yang menggambarkan kompleksitas dari proses pembentukan permukaan Ceres. Sekarang kita bsa melihat bintik-bintik Ceres, mineral di permukaan dan morfologi dalam resolusi tinggi. Kita sibuk mencari tahu proses terbentuknya planet yang unik ini," kata ilmuwan Carol Raymond.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA