Selasa, 4 Rabiul Akhir 1440 / 11 Desember 2018

Selasa, 4 Rabiul Akhir 1440 / 11 Desember 2018

Badak Terkecil di Dunia Ditemukan di Kalimantan

Jumat 25 Mar 2016 10:15 WIB

Rep: MgROL55/ Red: Dwi Murdaningsih

Badak Sumarta.

Badak Sumarta.

Foto: WWF

REPUBLIKA.CO.ID, Diperkirakan bahwa ada kurang dari 100 badak Sumatera sekarang yang tersisa di alam liar. Badak ini semakin langka. Tidak ada yang melihat satu hidup di habitat alaminya lebih dari empat dekade. Namun pekan lalu di Kalimantan, Indonesia, para ahli konservasi akhirnya berhasil 'menangkap' badak Sumatera betina, yang berarti dapat dilindungi dari pemburu, dan berpotensi dibesarkan.

Badak betina ini diperkirakan berusia antara empat hingga lima tahun. Badak Sumatera  juga dikenal sebagai badak bertanduk dua di Asia ini adalah spesies terkecil dari badak di dunia, beratnya mencapai 500 sampai 1.000 kg.

"Itu hal yang sangat, sangat langka," Simon Stuart, seorang ahli badak dari Uni Internasional untuk Konservasi Alam.

Menurut dia, menemukan badak Sumatera tunggal adalah berita baik dan kejadian yang sangat langka. Dilansir dari laman Sciencealert, badak Jawa adalah yang paling langka di bumi, dengan perkiraan populasi hanya 61 ekor yang hanya memiliki satu cula. Sedangkan badak Sumatra adalah spesies satu-satunya badak Asia yang memiliki dua cula.

Jumlah spesies ini telah menyusut dengan cepat selama beberapa dekade terakhir karena hilangnya habitat dan perburuan, dengan sisa 100 atau lebih ekor yang diduga bersembunyi di hutan-hutan di Kalimantan, dan Pulau Sumatera. Para peneliti menduga mereka telah dibagi menjadi tiga populasi terpisah. Salah satunya mengalami penurunan yang sangat signifikan hingga 70 persen selama dekade terakhir.

Pada bulan Agustus 2015, spesies ini dinyatakan punah di alam liar di Malaysia. Saat ini hanya ada sembilan ekor di kebun binatang di seluruh dunia. "Kami sekarang memiliki bukti bahwa spesies pernah dikatakan punah di Kalimantan, dan sekarang kita akan memperkuat upaya kami untuk melindungi spesies yang luar biasa ini," ujar Efransjah, CEO WWF-Indonesia, mengatakan dalam sebuah pernyataan pers.

 

baca juga: NASA Temukan Danau Beku di Permukaan Pluto

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES