Thursday, 5 Zulhijjah 1439 / 16 August 2018

Thursday, 5 Zulhijjah 1439 / 16 August 2018

10 Tanaman Ini Mungkin Bisa Tumbuh di Tanah Mars

Jumat 11 March 2016 11:34 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Mars

Mars

REPUBLIKA.CO.ID, AMSTERDAM -- Dalam sebuah percobaan, ilmuwan berhasil memanen 10 tanaman yang mungkin bisa tumbuh di Mars. Mereka melakukan simulasi tanaman yang mungkin bisa tumbuh di tanah yang meniru kondisi Mars. Tanaman tersebut antara lain tomat, kacang polong, dan gandum hitam.

Meskipun tanah di Mars berbeda dengan di bumi, namun ilmuwan menyimpulkan dalam kondisi yang tepat tanaman mungkin bisa tumbuh di Mars. Dengan hasil ini, impian untuk membangun koloni di Mars mungkin bisa semakin dekat.

"Produksi biomassa dalam simulasi tanah Mars lebih rendah dibandingkan kontrol Bumi, tapi perbedaannya kecil  salah satunya adalah tingkat pertumbuhan yang rendah," kata pemimpin peneliti Wieger Wamelink dari Wageningen University and Researh Center di Belanda.

Menurut dia, hasil simulasi ini cukup mengejutkan yang menark. Menanam tanaman di tanah Mars mungkin bisa berpotensi tumbuh asalkan benar-benar dipersiapkan dan disiram. Tim peneliti juga menumbuhkan 10 tanaman yang sama termasuk tomat, lobak, kacang, daun bawang, bayang, quinoa dan daun bawang dalam simulasi tanah yang mirip di Bulan. Hasilnya, separuh tanaman ini setengahnya berhasil ditanam seperti menanam di Mars.

Lalu, bagaimana ilmuwan menemukan tanah yang secara kimia miirp dengan tanah yang ada di Mars atau di Bulan? Rupanya, ada beberapa tempat paling ekstrem di bumi. Tanah Mars berasal dari gunung berapi di Hawaii. Sementara, tanah di Bulan dikumpulkan di padang pasir Arizona. Kemudian, bahan-bahan tersebut dicampur dengan potongan rumput segar. Lalu, campuran ini dimasukkan ke dalam nampan atau pot sehingga lebih mudah disiram. Ilmuwan juga membuat nampan yang diisi oleh tanah dari Bumi sebagai kontrol.

Temuan ini belum dipublikasikan di dalam jurnal. Penelitian ini juga hanya mencakup simulasi tanah di Mars. Tim belum memasukkan faktor-faktor lain  seperti radiasi di luar angkasa, sisa-sisa kondisi asli Mars atau Bulan, serta suhu. Wamelik mengatakan hasil tanaman ini menggunakan simulasi tanah di Mars namun menggunakan kelembaban dan suhu yang ada di bumi.

"Kami berharap penumbuhan tanaman pertama di Mars dan Bulan akan berlangsung dalam suhu kamar untuk melindungi tanaman dari lingkungan yang rusak. Tapi kita masih belum bisa memprediksi secara tepat bagaimana kondisi planet (sebenarnya) bisa mempengaruhi proses ini," kata dia.

Tim juga belum menguji apakah tanaman yang dihasilkan ini bisa dokunsumsi secara aman. Perlu diingat, tanah mungkin mengandung logam berat seperti timbal, arsenik dan merkuri juga besi. Jika zat-zat ini benar terdapat di dalam tanah mungkin juga bisa ada di buah-buahan atau tanaman yang membuat tanaman ini menjadi beracun. Tim saat ini sedang menggalang dana untuk melanjutkan penelitian pada April tahun ini.

 

baca juga: Setahun di Luar Angkasa, Badan Astronaut Jadi Lebih Tinggi, Kok Bisa?

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA