Rabu, 21 Zulqaidah 1440 / 24 Juli 2019

Rabu, 21 Zulqaidah 1440 / 24 Juli 2019

Google Akui Tanam Mikrofon Tersembunyi dalam Perangkatnya

Kamis 21 Feb 2019 04:35 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Agung Sasongko

Google

Google

Foto: EPA
Google mengklaim tidak pernah bermaksud menjadikan hal tersebut rahasia.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Google mengakui telah memasang mikrofon tersembunyi di produk rumah tangga. Menurut Google, sistem alarm Nest Secure tidak memasukkan mikrofon sebagai bagian dari spesifikasinya.

Namun, Google menyatakan "tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi rahasia." Fitur perangkat keras tersebut terungkap setelah Google mengumumkan pembaruan perangkat lunak ke sistem Nest Secure.

Pembaruan ini memungkinkannya untuk menggunakan pembantu yang diaktifkan suara, Google Assistant, yang didukung oleh kecerdasan buatan untuk menjawab pertanyaan dan perintah.

"Mikrofon pada perangkat tidak pernah dimaksudkan untuk mengungkap rahasia dan seharusnya terdaftar dalam spesifikasi teknologi. Itu adalah kesalahan kami. Mikrofon tidak pernah aktif dan hanya diaktifkan ketika pengguna secara khusus mengaktifkan pilihan," kata Seorang juru bicara Google, dikutip dari Independent, Kamis (21/2).

Sampai saat itu, halaman web produk untuk perangkat tidak mengatakan itu berisi mikrofon. Setelah terjadi gugatan, sejak itu telah diperbarui.

"Sistem keamanan sering menggunakan mikrofon untuk menyediakan fitur yang mengandalkan penginderaan suara. Kami menyertakan mikrofon pada perangkat sehingga kami berpotensi menawarkan fitur tambahan kepada pengguna kami di masa depan, seperti kemampuan untuk mendeteksi pecahan kaca," ujar juru bicara Google.

Perangkat ini adalah bagian dari apa yang disebut Google sebagai paket starter sistem alarm Nest. Sistem yang menyediakan sensor gerak dan keypad untuk membuat pengaturan keamanan rumah yang dipesan khusus bagi pengguna.

Direktur kelompok kampanye privasi berbasis di Inggris Big Brother Watch Silkie Carlo mengatakan, insiden itu tidak akan banyak membantu kepercayaan publik terhadap perangkat rumah pintar kembali begitu saja. Menurutnya, sulit dipercaya Google peduli dengan privasi orang-orang setelah menjual produk keamanan dengan mikrofon rahasia di dalamnya.

"Ini tampaknya lebih menipu daripada 'kesalahan', yang sangat merusak kepercayaan publik terhadap Google. Banyak kekhawatiran kami tentang perangkat rumah pintar tampaknya terbukti benar. Pasar ini menormalkan gagasan mengganggu dari raksasa teknologi yang terus-menerus mendengarkan dalam privasi rumah kami. Google harus bertanggung jawab atas kesalahan pengiklanan produk ini," kata Carlo.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA