Jumat, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Jumat, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Alasan Gim Lokal Sulit Dipertandingkan di Ajang Esports

Jumat 09 Nov 2018 19:37 WIB

Red: Indira Rezkisari

Permainan esports

Permainan esports

Foto: EPA
Masih banyak gim lokal yang dibuat asal jadi.

REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA -- Penasihat atau Advisor Indonesia E-Sports Premier League (IESPL) Danny Oei Wirianto mengungkap kualitas gim yang kurang baik menjadi kendala bagi gim lokal untuk dipertandingkan dalam pertarungan esports. Gim lokal yang menonjol jumlahnya juga masih segelintir.

"Kalau saya melihat banyak gim (lokal) yang asal jadi saat ini. Ada beberapa game developer yang menonjol tapi jumlah masih dapat dihitung dengan jari," ujar Danny di Nusa Dua, Bali pada Kamis (8/11). Padahal, kata dia, pengembang gim yang dibutuhkan jumlahnya lebih dari 10 perusahaan pembuat gim. Jumlah yang cukup membuat mereka bisa saling berkompetisi.

Danny juga menekankan kalau tidak ada kompetisi di antara pengembang gim lokal, maka pembuat gim yang ada hanya itu-itu saja. Kondisi tersebut tidak baik bagi perkembangan industri gim di Indonesia.

"Jujur saja kita harus sarankan kepada game developer-nya yakni pertama lebih ditingkatkan kualitasnya. Kedua, Kebanyakan mereka hanya bikin gim namun tidak andal dalam memasarkannya, mungkin aspek pemasaran mereka harus lebih bagus lagi. Ketiga, kalau mereka buat rencana bisnis dalam pembuatan gim mereka harus menjalaninya secara serius dengan pertimbangan hal ini membutuhkan banyak pendanaan, tidak mengganggap remeh," katanya seusai menjadi pembicara dalam konferensi World Conference on Creative Economy atau WCCE.

Danny juga menekankan mengenai pentingnya ekosistem esports di Indonesia agar bisa menghidupkan dan memicu kompetisi di antara pengembang gim agar mereka bisa membuat gim lebih baik lagi. "Mudah-mudahan, karena mereka melihat audiens (esports) makin tinggi dan yang kita lakukan adalah membuat audiens lebih menoleh ke esports. Dengan audiens yang lebih luas, game developer akan berlomba-lomba untuk mengambil pasar tersebut.

Hari terakhir perhelatan WCCE menghadirkan salah satu topik yang membahas mengenai industri gim. Topik ini dibawakan oleh dua pakar dari industri tersebut dengan masing-masing materi pembahasan, materi "The Future of E-Gaming" dipresentasikan oleh CEO Game Developer Moonton yakni Justin Yuan, dan materi tentang industri esports yakni "In Gamer, We Trust" yang dijabarkan oleh Danny Wirianto.    

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES