Senin, 9 Zulhijjah 1439 / 20 Agustus 2018

Senin, 9 Zulhijjah 1439 / 20 Agustus 2018

Masyarakat Indonesia Sudah Siap Pakai Layanan Fintech

Rabu 01 Agustus 2018 21:16 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Fintech Fair 2018. Pengunjung meminta informasi di stand Fintech pada gelaran Fintech Fair 2018 di Mal Taman Anggrek, Jakarta, Jumat (13/7).

Fintech Fair 2018. Pengunjung meminta informasi di stand Fintech pada gelaran Fintech Fair 2018 di Mal Taman Anggrek, Jakarta, Jumat (13/7).

Foto: Republika/ Wihdan
Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia mencapai 143,26 juta jiwa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Anggota Dewan dari Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) John Patrick Ellis menilai, masyarakat Indonesia sudah siap menghadapi teknologi finansial atau financial technology (fintech). Secara umum, orang Indonesia terbilang sophisticated dan melek teknologi sehingga mudah untuk mengadaptasi industri yang terus berkembang ini.

John menjelaskan, kesiapan ini tidak terlihat dari masyarakat perkotaan saja, melainkan warga di beberapa daerah pedesaan. "Saya berbicara ini bukan untuk tiap daerah terpencil di Sabang sampai Merauke, tapi lebih ke general di Indonesia. mereka sudah siap," ujarnya ketika ditemui Republika di Mandarin Oriental Hotel, Jakarta, Rabu (1/8).

Optimisme John ini berdasarkan fakta bahwa masyarakat Indonesia sudah akrab dengan internet. Menurut data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2017, pertumbuhan pengguna internet tahun lalu sudah mencapai 143,26 juta jiwa. Angka tersebut mengalami kelonjakan dibanding dengan tahun sebelumnya, yakni 132,7 juta jiwa.

Dengan kesiapan masyarakat, John memprediksi, industri fintech dapat semakin berkembang di Indonesia. Terlebih, pemerintah kini tengah fokus membuat aturan terkait fintech yang membuktikan bahwa memang menjadi prioritas.

"Sekarang, tantangannya lebih ke bagaimana kita mendirikan tim yang penuh dengan orang passionate dan cerdas supaya bisa membantu target fintech, yaitu inklusi keuangan," tutur co-founder dan CEO grup Cekaja.com ini.

Ketua Aftech Niki Luhur menjelaskan, fintech di Indonesia masih memiliki kesempatan untuk berkembang pesat. Sebab, masih ada 69 persen masyarakat Indonesia yang sudah memiliki ponsel pintar dan internet tapi belum memanfaatkan layanan perbankan. Ia berharap, pelaku industri fintech dapat menjangkau kalangan ini.

Apabila pelaku industri dapat menjangkaunya, Niki optimistis target pemerintah agar 75 persen masyarakat dewasa Indonesia mengakses layanan perbankan pada 2019 dapat tercapai. "Pelaku fintech dapat memanfaatkan peluang ini dengan bekerja sama dengan institusi finansial untuk memperluas jangkauan," katanya dalam acara Forum Inklusi Finansial FinTech Indonesia di The Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (31/7).

Dalam data Aftech, total perusahaan fintech yang beroperasi di Indonesia sampai saat ini mencapai 235 perusahaan dengan transaksi pembayaran digital mencapai 21 juta dolar AS. Industri fintech juga memiliki lebih dari 30 juta pemakai dengan diikuti 3 juta agen dan menjangkau 350 daerah yag menyebar di seluruh Indonesia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA