Senin, 9 Zulhijjah 1439 / 20 Agustus 2018

Senin, 9 Zulhijjah 1439 / 20 Agustus 2018

Sapi Australia Mulai Dikelola dengan Blockchain

Kamis 19 Juli 2018 12:42 WIB

Rep: Nora Azizah/ Red: Friska Yolanda

Bitcoin.

Bitcoin.

Foto: Reuters/Benoit Tessier
Blockchain diharapkan dapat memangkas operasional membesarkan anak sapi.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Inggris bukan satu-satunya negara yang menguji teknologi blockchain pada rantai makanan. Beberapa negara lain, seperti Amerika Serikat (AS), Australia, dan Estonia juga melakukan hal yang sama. 

Dilansir Forbes, peternakan milik Senator of Wyoming Ogden Driskill di Texas, AS, bergabung dengan startup Stealth Beef Chain untuk mengimplementasikan blockchain. Teknologi buku besar terasebut digunakan dalam pendistribusian daging serta perawatannya. Sebab, sebelumnya keduanya sulit dipantau dengan baik.

Teknologi blockchain memakai tag ID frekuensi radio (RFID) sebagai identitas sapi. Pada Mei lalu, Driskill sudah mengumumkan proyek kerja sama blockchain dengan memberi 323 sapi ID tag sebagai program percontohan.

Baca juga, Inggris Terapkan Blockchain di Industri Peternakan

"Sejauh yang saya tahu, ini menjadi program blockchain pada peternakan yang pertama di AS," kata Driskill.

Program dimulai sejak awal Juni lalu dengan memberi tag pada 250 anak sapi di peternakan Persson Ranch. Kemudian peternakan lainnya mengikuti. Tujuan akhir dari teknologi blockchain tersebut, yakni bisa menghubungkan rantai pasokan sapi dunia. Tanda atau identitas pada hewan akan menjadi data melakukan verifikasi. Sebuah rumah jagal atau pemasok tidak perlu bingung lagi asal dari hewan ternak tersebut.

Bahkan ketika sapi sudah dipotong, identitas tetap menempel pada hewan. Dengan demikian pemasok daging mudah mengenali asal hewan meski sudah melewati serangkaian proses. Saat ini, biaya yang dihabiskan untuk membesarkan anak sapi hingga didistribusikan sekitar 900 dolar AS. Namun fakta di lapangan, biaya bisa bertambah 500 sampai 700 dolar AS per ekor. Dengan teknologi blockchain diharapkan mampu memangkas biaya tersebut. 

Untuk memberikan gambaran proyeksi bisnis, Wyoming menghasilkan 1,1 miliar dolar AS dari penjualan hewan ternak. Angka tersebut membuat Wyoming menjadi produsen ternak terbesar ke 14 di negara-negara bagian AS. Angka yang cukup tinggi untuk Wyoming dengan populasi terkecil. Blockchain diharapkan mampu mendongkrak angka tersebut.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA