Monday, 9 Zulhijjah 1439 / 20 August 2018

Monday, 9 Zulhijjah 1439 / 20 August 2018

Inggris Terapkan Blockchain di Industri Peternakan

Kamis 19 July 2018 12:05 WIB

Rep: Nora Azizah/ Red: Friska Yolanda

Bitcoin

Bitcoin

Foto: VOA
Sistem ini mampu mengatur pasokan daging sapi.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Prediksi teknologi blockchain akan masuk ke banyak industri nampaknya mulai terlihat jelas. Setelah diaplikasikan pada dunia finansial dan kesehatan, kini blockchain mulai diterapkan pada industri pangan. Berdasarkan pemberitaan The Next Web, Food Standards Agency (FSA) Inggris mengumumkan bahwa program percontohan blockchain terhadap pangan terbukti berhasil.

Hal ini menandai untuk pertama kalinya teknologi 'buku besar' tersebut mampu mengatur sektor pangan lokal. Sebagai contoh, blockchain mampu mengatur pasokan daging sapi. Kerja sama antara rumah pemotongan sapi dan FSA Inggris terkelola dengan baik. Secara transparan, sistem menyediakan data untuk semua proses makanan yang menggunakan fasilitas antara kedua belah pihak.

Dalam program percontohan tersebut, para peternak dibiarkan merekam data hewan individu ke dalam blockchain. Proses tersebut terjadwal pada bulan depan. Apabila proses perekaman data berjalan lancar, maka data bisa digunakan untuk skala lebih besar dan diadopsi banyak rumah jagal lain. "Ini perkembangan yang menarik," ujar Kepala Inovasi FSA Sian Thomas.

FSA berpendapat, blockchain bisa menambah nilai lebih pada industri makanan khususnya rumah pemotongan hewan. Sebab, rata-rata rumah jagal memerlukan banyak pemeriksaan. Dengan bantuan teknologi blockchain pekerjaan rumah jagal bisa ditangani lebih baik dan cepat. Meski sudah membuat program percontohan, FSA belum berbagi data dengan lebih detail terkait jaringan blockchain yang digunakan pada eksperimen.

Rantai pasokan makanan bukan satu-satunya program yang tengah dicoba Inggris dalam menerapkan teknologi blockchain. Inggris kini tengah melakukan desentralisasi arsip digital.

Pada April lalu, Perpustakaan Universitas Cornell mengungkapkan tentang proyek Archangel, yakni proyek futuristik yang dijalankan oleh Arsip Nasional Inggris, Universitas Surrey, Institut Data Terbuka Inggris, dan Badan Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Fisika (EPSRC). Proyek Archangel merupakan prototipe yang berjalan di atas Ethereum.

Archangel berusaha mengubah penyimpanan catatan pada skala makro dalam arsip untuk jangka waktu yang cukup lama. Hal tersebut serupa dengan yang dilakukan FSA. Platform harus tahan terhadap penipuan data, serta gangguan lain yang secara otomatis akan menghasilkan jejak audit untuk setiap catatan digital.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA