Jumat, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Jumat, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Potensi Bisnis Pesan Instan Sangat Menjanjikan

Selasa 12 Jun 2018 13:21 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto

Menurut Chief Executive Officer (CEO) Qiscus sebagai salah satu binaan Indigo.id, Delta Purna Widyangga, hasil riset menunjukkan jika diimplementasikan dengan baik, maka return of investment pesan instan mencapai 301 persen.

Menurut Chief Executive Officer (CEO) Qiscus sebagai salah satu binaan Indigo.id, Delta Purna Widyangga, hasil riset menunjukkan jika diimplementasikan dengan baik, maka return of investment pesan instan mencapai 301 persen.

Foto: Republika/Arie Lukihardianti
Pesan instan mampu menyelamatkan ratusan ribu dolar biaya komunikasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Potensi pasar pesan instan (messanging/chat) sangat besar dan menjanjikan. Menurut Chief Executive Officer (CEO) Qiscus sebagai salah satu binaan Indigo.id, Delta Purna Widyangga, hasil riset menunjukkan, jika diimplementasikan dengan baik, return of investment pesan instan mencapai 301 persen.

"Bahkan, pasarnya pun sangat luas, menjangkau area global," ujar Delta kepada wartawan di Bandung belum lama ini.

Menurut Delta, pesan instan mampu menyelamatkan ratusan ribu dolar biaya komunikasi. Sekaligus, mampu memenuhi ekspektasi komunikasi pelanggan. Hal itu, dimungkinkan karena layanan pesan instan biasanya dilengkapi banyak fitur yang siap dan mudah untuk dipakai. Kelengkapan tersebut membuat permintaan pesan instan terus menanjak.

Apalagi, kata dia, pesan instan selaras dengan gaya hidup kalangan profesional di Indonesia dan Asia Tenggara. Mereka umumnya menggemari diskusi daring saat melaksanakan pekerjaan di kantor. 

Selain itu, kata dia, potensi penyedia aplikasi pesan instan untuk go global juga cukup besar. Apalagi bagi penyedia aplikasi yang mampu mengadopsi teknologi komunikasi chat dengan sangat cepat. 

Misalnya, Qiscus yang merupakan salah satu binaan Indigo.id bidang komunikasi digital asal Indonesia. Startup ini sudah memiliki 300 klien dengan 4 juta user seluruh dunia, dengan kisaran pendapatan Rp 200 juta-Rp 300 juta per bulan. 

"Kami menyediakan layanan messaging profesional. Penggunanya bukan hanya dari Indonesia, tapi juga Asia Tenggara hingga Eropa dan Amerika," katanya.

Capaian yang diperoleh dalam lima tahun tersebut, kata dia, membuat Qiscus optimistis membidik target untuk menjadi pemimpin pasar di Indonesia dan Asia Tenggara dalam 3-5 tahun ke depan. Target pendapatan yang dibidik dari kawasan tersebut sebesar 100 juta dolar Amerika Serikat (AS).

Qiscus memiliki kemampuan real time, typing indicator, online presence, read receipt, berbagai media handling, dan lainnya. Layanan ini membidik banyak segmen, mulai dari startup, pemerintahan, komunitas, enterprise, serta berbagai macam industri.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES