Friday, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Friday, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Strategi Keamanan Siber, Cara Terbaik Hadapi GDPR

Senin 11 Jun 2018 14:50 WIB

Rep: Nora Azizah / Red: Ichsan Emrald Alamsyah

General Data Protection Regulation

General Data Protection Regulation

Foto: pixabay
langkah Uni Eropa membuat GDPR demi melindungi data pribadi dari penduduk

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penerapan GDPR tentu menjadi sebuah tantangan sulit bagi perusahaan, seperti perusahaan keuangan, layanan publik, pemerintahan, atau rumah sakit. Regulasi GDPR cenderung bersifat kompleks sehingga cukup menyulitkan bagi perusahaan.

Bagi perusahaan teknologi global seperti Trend Micro, pemberlakuan GDPR membawa standar baru dalam mengelola perlindungan privasi data. Salah satu langkah yang bisa dilakukan perusahaan teknologi dalam menghadapi regulasi tersebut tentunya mempertangguh sisi keamanan siber. 

"Pendekatan keamanan menjadi upaya cukup penting agar terhindar dari kemungkinan pembobolan data," kata Country Manager Trend Micro Indonesia Laksana Budiwiyono dalam acara Diskusi Media di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Baca: Apa Itu GDPR dan Dampaknya Terhadap Pemanfaatan Data Digital

 

GDPR bisa berjalan baik apabila perusahaan tepat dalam menerapkan teknologi, yakni dengan strategi keamanan siber mumpuni dan berlapis. Perusahaan diharapkan menengok kembali postur keamanan siber di perusahaan masing-masing sehingga mengetahui hal apa saja yang perlu ditingkatkan.

Baca: Regulasi Perlindungan Data Warga Uni Eropa Sulit Diadaptasi

Trend Micro memberikan pendekatan keamanan dengan teknologi XGen, yani solusi keamanan optimal untuk serangan siber. Perlindungan diberikan menyeluruh, baik untuk perlindungan data karyawan, data di dalam cloud, hingga infrastruktur teknologi informasi korporasi yang bisa dipakai saat ini atau masa mendatang sesuai kebutuhan bisnis. Teknologi XGen memadukan teknik pertahanan terhadap threat atau serangan dengan pertahanan serangan yang terkoneksi lintas generasi. 

XGen bisa digunakan open platform, baik pada perangkat personal, server, atau cloud dan SaaS. Perlindungan data diberikan dari segi infrastruktur, dan secara umum mempunyai life cycle sehingga mudah digunakan. Pada platform terdapat dashboard yang bisa memberikan informasi terkait keamanan. Misalnya, platform akan memberitahukan informasi tingkat level keamanan yang ada saat ini pada perusahaan. XGen juga bisa mengatasi security breaches sehingga bisa memantau arus lalu lintas yang sedang berjalan, dan tanggap mengetahui apabila terdapat ancaman.

Laksana mengatakan, langkah Uni Eropa membuat GDPR demi melindungi data pribadi dari penduduk. Dengan demikian diharapkan para perusahaan bisa lebih bertanggung jawab dalam memegang data pribadi nasabah atau anggotanya. Selama ini data berada di dalam server. Tidak sedikit perusahaan besar yang mengalami kebobolan data sehingga merugikan pengguna terhadap kebocoran data pribadi. Sebut saja perusahaan global Yahoo dan Facebook yang menjadi sasaran empuk para penjahat siber sehingga data pribadi pengguna diperdagangkan dengan harga murah di pasar gelap. GDPR sudah ketuk palu diterapkan di dunia. Siap atau tidak, perusahaan yang memegang data pribadi penduduk Uni Eropa harus patuh terhadap regulasi tersebut.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES