Rabu, 16 Syawwal 1440 / 19 Juni 2019

Rabu, 16 Syawwal 1440 / 19 Juni 2019

Tenyata Ini Beda 'Deep Web' dan 'Dark Web'

Senin 04 Jun 2018 18:17 WIB

Rep: Nora Azizah/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Internet/ilustrasi

Internet/ilustrasi

Deep Web seringkali diserang penjahat siber sehingga harus diperkuat sistem tertentu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi penduduk dunia internet, pencarian melalui Google menjadi definisi batas-batas segala sesuatu yang bisa diketahui melalui internet. Mungkin untuk beberapa hal, definisi tersebut benar.

Hanya saja sebagian besar aktivitas pencarian terjadi pada domain yang umum dan mudah dicari, atau web komersial. Namun sesungguhnya, ada 'dunia lain' yang berada di dalam internet. 

Dunia gelap internet saat ini masih jarang diketahui secara mendalam oleh khalayak ramai. Ahli Digital Forensik dan Pengamat Teknologi Informasi (IT) Ruby Alamsyah menjelaskan, dunia internet memiliki dua tingkatan atau lapisan yang bisa dimasuki para pengguna. "Keduanya memiliki definisi yang sangat berbeda," kata Ruby, beberapa waktu lalu. 

Baca: Mau Mencoba Masuk Pasar Gelap di Internet?

 

Masuk ke lapisan internet pertama, ada Deep Web. Laman ini biasanya berisi informasi yang diakses dengan jaringan internet tetapi berada di belakang firewall atau tembok pelindung. Dengan demikian Deep Web tidak bisa diakses secara umum dan membutuhkan protokol khusus untuk masuk ke dalamnya.

Deep Web dalam penggunaannya dipakai oleh perusahaan untuk menyimpan informasi internal. Data-data Deep Web pada dasarnya berisi informasi mengenai finansial, rekam medis, hingga akademis.

Apabila seseorang ingin masuk ke dalam Deep Web membutukan username dan kata sandi khusus. Misalnya, seorang nasabah bank pengguna internet banking biasanya akan masuk ke dalam dunia Deep Web tersebut.

Masing-masing nasabah akan memperoleh informasi internal yang berbeda-beda sehingga tak bisa dimasuki sembarang orang. Tidak heran apabila banyak penjahat siber yang berusaha menembus Deep Web. Itu sebabnya Deep Web biasanya diperkuat dengan pengamanan tertentu.

Ruby memaparkan, dunia internet yang berada di lapisan paling dalam adalah Dark Web. "Dark Web atau situs gelap berisi informasi ilegal," ungkap Ruby. Dark Web juga dikenal sebagai Black Market atau pasar gelap.

Situs-situs Dark Web hanya bisa diakses menggunakan perangkat lunak khusus atau TOR Browser sehingga tak bisa dibuka hanya dengan pencarian normal. Di dalam pasar gelap, beragam transaksi ilegal bisa ditemukan.

Beberapa transaksi, antara lain perdagangan senjata, penjualan narkoba, konten pornografi, hingga informasi rahasia politik dari suatu negara. Pendiri atau pemilik situs dan pengakses secara keseluruhan menggunakan identitas anonim.

Dengan sifat anonymous, Dark Web hanya menggunakan transaksi cryptocurrency atau memakai mata uang virtual sebagai alat pembayaran. Dengan konsep utama anonim tersebut membuat Dark Web sulit dilacak, baik dari laman hingga para pengakses yang terlibat di dalamnya. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA