Kamis, 6 Zulqaidah 1439 / 19 Juli 2018

Kamis, 6 Zulqaidah 1439 / 19 Juli 2018

Tulisan Kebencian Masih Jadi Tantangan Terbesar Facebook

Kamis 17 Mei 2018 04:13 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Facebook

Facebook

Foto: EPA
Kuartal I 2018, Facebook hapus 28,8 juta konten porno dan gambar kekerasan

REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA -- Facebook mengeluarkan detail banyaknya jenis kiriman konten menyinggung yang telah dihapus oleh tim moderatornya. Sebelumnya, Facebook tidak pernah menunjukkan bagaimana mereka menangani konten yang menyinggung.

Saat ini, mendeteksi tulisan kebencian menjadi salah satu tantangan terbesar Facebook. Sebelumnya Facebook menghapus 2,5 juta tulisan kebencian, dan sebagian besar harus diperiksa ulang oleh tim peninjau.

"Memperbaiki hal ini dari waktu ke waktu sangat penting karena itu secara langsung mengurangi dampak negatif konten buruk pada orang yang menggunakan Facebook," tulis Wakil Ketua Pengulasan Data Facebook, Alex Schultz dalam blog miliknya, Selasa (15/5).

Schultz mengatakan, para pengguna Facebook tentu masih akan mengirimkan hal buruk. Namun, pihaknya saat ini juga berusaha untuk menghapus konten berbahaya sebelum kiriman tersebut dilaporkan oleh pengguna lainnya.

Dilansir dari Euronews, selama perempat pertama tahun 2018 Facebook telah menghapus 865,8 juta konten yang sebagian besar berupa kiriman sampah atau spam. Facebook juga telah menghapus 28,8 juta konten yang menunjukkan pornografi, gambar mengandung kekerasan, dan propaganda teroris.

Selain itu, sebanyak 583 akun palsu juga telah dihapus selama bulan Januari hingga Maret 2018. Sementara sebelumnya jumlah akun yang dihapus berjumlah 694 juta. Facebook juga telah menghapus sebanyak 200 aplikasi yang dideteksi dapat menyalahgunakan data.

Lebih lanjut, Facebook menegaskan akan merilis pembaruan data setiap tiga bulan sehingga komunitas di dalamnya dapat melihat progres yang dibuat. Mark Zuckerberg dan timnya telah berusaha memperbaiki sosial media tersebut setelah digunakan oleh sejumlah pihak tak bertanggung jawab sebagai alat menyebarkan berita palsu.

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA