Wednesday, 5 Zulqaidah 1439 / 18 July 2018

Wednesday, 5 Zulqaidah 1439 / 18 July 2018

Cina Keluarkan Lisensi 5G pada 2019

Kamis 22 March 2018 06:54 WIB

Red: Ani Nursalikah

Jaringan internet 5G. Ilustrasi

Jaringan internet 5G. Ilustrasi

Foto: CNN
Cina akan menjadi kelompok negara pertama yang mengeluarkan lisensi 5G di dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pemerintah Cina diperkirakan mengeluarkan lisensi 5G untuk sejumlah operator telekomunikasi pada semester kedua 2019 setelah negara tersebut berupaya mengomersialkan teknologi komunikasi bergerak generasi terbaru itu.

"Kami akan menjadi kelompok negara pertama yang mengeluarkan lisensi 5G di dunia. Kemungkinan besar pada semester kedua 2019 hingga semester pertama 2020," kata Wang Zhiqin, selaku Wakil Direktur Akademi Teknologi Informasi dan Komunikasi Cina (CAICT), lembaga kajian yang berafiliasi dengan Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Cina (MIIT), Kamis.

Beberapa waktu yang lalu, Cina selalu berada di belakang beberapa negara lain yang lebih dulu mengeluarkan lisensi 4G dan 3G. Bahkan Cina tertinggal tiga hingga delapan tahun dari beberapa negara pionir teknologi informasi dan komunikasi.

"Cina kemungkinan juga akan mendistribusikan pita frekuensi pada semester kedua tahun ini sehingga akan mempercepat pembangunan jaringan 5G," kata Wang yang juga Kepala Tim Promosi IMT2020 (5G) yang didirikan di bawah MIIT untuk mempercepat pembangunan teknologi informasi super cepat di daratan Cina itu seperti ditulis China Daily.

Sebelumnya, perusahaan telekomunikasi ZTE menginvestasikan dananya senilai 20 miliar RMB (Rp 42 triliun) untuk produk teknologi berbasis 5G di Nanjing, Provinsi Jiangsu. "Teknologi 5G lebih cepat ratusan kali daripada 4G. Teknologi ini merupakan industri komunikasi mobile masa depan," kata Wakil Direktur Eksekutif ZTE, Pang Shengqing.

Menurut dia, perusahaannya memiliki lebih dari 20 mitra kerja teknologi 5G di seluruh dunia. "Proyek ini diharapkan bisa menghasilkan nilai produksi 40 miliar RMB (Rp 84 triliun) setelah beroperasi pada 2022," kata Pang.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA