Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

Terlalu Banyak Akses Facebook Bisa Ganggu Kesehatan Mental

Rabu 17 January 2018 06:22 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Dwi Murdaningsih

Facebook

Facebook

Foto: EPA

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Apakah anda termasuk orang yang doyan bermain Facebook? Ada baiknya anda mulai membatasi durasi menghabiskan waktu di media sosial. Karena, sejumlah studi memaparkan adanya efek buruk yang diakibatkan karena terlalu banyak mengakses Facebook.

Dilansir dari laman New York Post, Facebook mengumumkan bahwa warga Amerika Serikat rata-rata menghabiskan 50 menit per hari untuk berselancar di Facebook, Instagram, dan Messenger. Durasi itu semakin bertambah dari hari ke hari.

 

Situs marketing Mediakix mengkalkulasikan rerata waktu warganet untuk mengakses Facebook, Snapchat, Instagram, dan Youtube. Sepanjang hidup, seseorang bisa menghabiskan waktu lima hingga empat tahun bermain media sosial ketimbang berinteraksi di dunia nyata.

 

Media sosial menempati urutan kedua setelah televisi yang rata-rata orang menghabiskan waktu tujuh tahun selama hidupnya untuk menonton TV. "Penggunaan Facebook membawa dampak pada kualitas hidup secara keseluruhan," demikian dinyatakan dalam studi yang dipublikasikan pada tahun 2017. Studi itu dilakukan oleh peneliti dari Global Public Health UC San Diego dan Human Nature Lab di Yale University.

 

Hasil studi menunjukkan pengaruh besar Facebook terhadap kesehatan mental. Mengakses Facebook di tahun ini akan berdampak pada kesehatan mental di tahun berikutnya. "Kami konsistensi bahwa memberikan like pada postingan pengguna lain dan mengklik tautan-tautan secara signifikan mengurangi kualitas kesehatan fisik, mental, dan kepuasan hidup," demikian paparan hasil penelitian tersebut.

 

Kesimpulan ini diperoleh setelah ilmuwan mengamati 5.200 orang dewasa dan mencermati bagaimana kehidupan mereka dikaitkan dengan aktivitas di Facebook. Kecanduan pada Facebook dan media sosial sejenis rupanya dipengaruhi oleh area abu-abu di nukleus yang berada di hipotalamus otak.

 

Area itu terhubung dengan respons terhadap penghargaan seperti like atau pujian di Facebook. Inilah mengapa Facebook bisa sangat adiktif bagi penggunanya. Kecanduan pada media sosial ini disebut ilmuwan serupa dengan kecanduan pada obat-obatan yang bisa memengaruhi perilaku manusia.

Hasil studi yang dimuat dalam Social Networking pada 2014 juga menyebut bahwa unggahan, tagging, dan mengomentari postingan orang lain bisa menimbulkan sifat narsis. Berdasarkan penelitian menggunakan metode Narcissistic Personality Index, terlalu sering menulis status dan membagikan tautan juga punya pengaruh dalam meningkatkan level narsisme seseorang.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA