Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Tuesday, 22 Syawwal 1440 / 25 June 2019

Serangan Ransomware Diprediksi Berlanjut

Kamis 29 Jun 2017 13:57 WIB

Rep: Kabul Astuti/ Red: Nur Aini

Ransomware

Ransomware

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wilayah siber Tanah Air dalam ancaman menyusul serangan ramsomware di beberapa negara di Eropa, Australia, dan Amerika Serikat. Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC Pratama Persadha mengungkapkan bila serangan ini terkait dengan ransomware Wannacry, bisa jadi serangan ransomware tidak akan berhenti.

Pratama menduga, masih akan ada serangan yang jauh lebih masif dan berbahaya. "Karena itu, BSSN beserta Deputi Siber BIN harus bekerja keras. Serangan ini akan berpotensi mengganggu keamanan nasional dalam jangka waktu yang belum bisa diperkirakan," ujar Pratama, kepada Republika.co.id, Kamis (28/6).

Pratama menjelaskan, Wannacry adalah salah satu dari ribuan senjata siber yang konon berhasil dicuri oleh peretas dari National Security Agency (NSA). Serangan Ransomware Petya ini mirip dengan Wannacry beberapa saat lalu. Dampaknya berskala global dan diduga jauh lebih berbahaya dari ransomware Wannacry.

Pakar keamanan siber ini menambahkan ransomware Petya menggunakan eksploit eternal blue yang juga dipakai oleh ransomware Wannacry. Pelaku serangan ransomware ini juga meminta tebusan lewat pembayaran bitcoin, seperti halnya Wannacry. Karena, dianggap lebih aman dan kepemilikan akun bitcoin tidak mudah dilacak.

Pratama menyarankan pemerintah untuk mengambil langkah antisipasi dari awal. Ia mengingatkan, Maret 2017 lalu Wikileaks telah membocorkan dokumen Vault 7 yang berisi tentang kemampuan intelejen Amerika Serikat dalam membangun kekuatan siber. "Salah satunya, mengembangkan sejumlah cyber weapon yang bisa mematikan sistem target, mencuri bahkan memanipulasi informasi. Jadi baiknya memang pemerintah kita waspada sejak dini," ujarnya. 

Serangan ransomware berdampak pada sejumlah infrastruktur penting dan perusahaan di dunia sejak Selasa (27/6). Infrastruktur itu antara lain, perusahaan energi dan transportasi Denmark Maersk, perusahaan minyak Rusia Rosneft, perusahaan kereta di Ukraina The Kiev metro system, pembangkit listrik nuklir di Ukraina Chernobyl, Bandara Boryspil Airport Ukraina, dan National Bank of Ukraine.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA