Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Berubah Bersama Zaman

Ahad 22 Jan 2017 18:18 WIB

Rep: Nora Azizah/ Red: Winda Destiana Putri

Perkembangan Teknologi dari masa ke masa. Ilustrasi

Perkembangan Teknologi dari masa ke masa. Ilustrasi

Foto: The Verge

REPUBLIKA.CO.ID, Teknologi memang membawa banyak perubahan bagi dunia. Termasuk dalam cara memasarkan produk atau jasa. Di Indonesia pemasaran dari mulut ke mulut memang tetap ada.

Ketika teknologi masuk kemudian media sosial menjadi salah satu yang diadopsi cepat. Namun semakin berkembangnya teknologi banyak cara lain dalam rangka memperkenalkan produk jualan. Tujuan hanya satu, konsumen tertarik dan melakulan transaksi jual beli. Manusia tak bisa menghindari keberadaan teknologi.

Tak ada salahnya memanfaatkan teknologi demi mendapatkan hidup yang lebih baik. Seperti kata Steve Jobs, "Mari berubah untuk besok, sebagai ganti dari ketakutan kemarin,". Cara pemasaran tradisional boleh saja tetap dilakukan. Namun ketika ada kesempatan untuk melaju lebih cepat, kenapa tidak?

Banyak yang meramalkan wajah pemasaran industri digital untuk 2017, termasuk para pelaku bisnis di Indonesia. Bagi para startup tentu akan melakukan pemasaran yang lebih efisien. Hal tersebut cukup masuk akal mengingat posisi startup sebagai pemain baru dalam dunia bisnis.

Salah satunya strategi pemasaran yang dilakukan BukaLapak. Beberapa waktu lalu startup yang digawangi Ahmad Zaky tersebut tembus sebagai industri marketplace dengan strategi pemasaran video streaming paling banyak diminati. Fakta tersebut menjadi satu kebanggaan bagi BukaLapak. Hal yang diperoleh memang patut diacungi jempol. Sebab, apa yang dilakukan penonton Youtube ketika ada iklan pada video streaming? Saat muncul opsi 'skip add' umumnya akan menyentuh pilihan tersebut. Menonton video iklan streaming dirasa menghabiskan kuota.

BukaLapak membuat satu perubahan pada video streaming berbentuk iklan. Melalui iklan berseri Medok Pendekar Jari Sakti Episode Pendekar Cireng justru mengundang perhatian penikmat Youtube. Bahkan pada pertengahan 2016 iklan tersebut menjadi salah satu video favorit dari kategori konten iklan. Penonton tidak melangkahi bagian iklan. Beberapa penonton bahkan sengaja menonton episode iklan tersebut.

Respons penonton yang begitu besar membuat video tersebut akhirnya diciptakan berseri. Bahkan karakter Pendekar Jari Sakti memiliki penggemar khusus. "Kami rasa bentuk video streaming demikian akan menjadi tren dalam beberapa tahun ke depan," ujar Head of Marketing PT Bukalapak Ambrosia Tyas belum lama ini di Jakarta. Minat para pemegang ponsel cenderung akan lebih menyukai konten video. Iklan dalam bentuk video streaming akan jauh lebih diminati.

Namun bentuk video tentu memiliki konten yang tidak sembarangan. Dalam membuat satu video BukaLapak berkolaborasi bersama ReKreasi sebagai tim kreatif. Kreativitas tinggi akan membuat konten lebih kaya tanpa harus menggunakan aktor terkenal. Cerita dibuat mulai dari storyboard hingga tahap penyelesaian. Iklan video streaming yang dibuat BukaLapak juga cenderung berdurasi cukup lama.

Biasanya, iklan video hanya berdurasi tidak lebih dari tiga menit. Namun BulaLapak membuat videonya lebih dari tiga menit. Meski demikian, penonton tetap saja menonton tanpa khawatir menyedot paket data. Kolaborasi dan konten kreatif memang menjadi dua unsur penting. Konten kreatif bisa menggabungkan romansa, komedi, dan animasi, seperti yang dilakukan BulaLapak dalam video tersebut. Kemudian penonton diberikan kesempatan untuk melangkahi iklan bila hadir pada video tertentu. Namun kenyataannya penonton tidak melangkahi tapi justru menonton iklan tersebut.

Platform marketplace OLX menerapkan jenis iklan berbeda. Hingga akhir 2016 OLX memasang kurang lebih 200 tracker atau pelacak. "Tracker ini berguna untuk melacak kebiasaan pengguna, akan mempermudah pengguna pula," ujar Chief Technology Officer (CTO) OLX Nurendratoro. Tracker biasanya digunakan sejenis e-commerce atau marketplace untuk melakukan tepat sasaran terhadap target konsumen.

Tracker berfungsi membaca kebiasaan konsumen saat berselancar melalui internet. Sebagai contoh, seorang konsumen acap kali membeli barang elektronik secara daring. Tracker akan membaca kebiasaan tersebut. Kondisi demikian akan dimanfaatkan OLX untuk melakukan pemasaran digital berupa penawaran. Bentuknya hampir sma seperti pop-up adds. Apabila pengguna ponsel sering menemukan iklan dari berbagai macam marketplace atau e-commerce biasanya platform tersebut menggunakan tracker. Iklan akan muncul pada sudut ponsel atau di bagian atas serta bawah.

Tracker tidak membahayakan karena berfungsi sebagai pembaca kebiasaan pengguna. Sementara data-dara pribadi konsumen, termasuk nomor kartu kredit, ditempatkan pada wadah lain yang lebih aman. Tracker juga tidak mampu membacanya. Itu sebabnya bentuk penawaran hanya sebatas produk saja, bukan berupa jasa promosi dari institusi bank tertentu.

Tracker menjadi satu hal yang wajar dimiliki e-commerce atau marketplace. Bahkan satu platform biasanya memiliki ribuan, sementara OLX hanya memakai ratusan saja. Tracker juga bukan semacam hacker atau cracker. Jasa tracker amatlah penting bagi startup e-commerce atau marketplace. Selain mendongkrak jumlah konsumen, tracker juga diharapkan mampu meningkatkan nilai transaksi.

Gambaran pemasaran digital tahun ini pada industri e-commerce juga akan diperkuat pada perangkat mobile, seperti ponsel pintar, tablet, atau pad. Hal tersebut berkaitan dengan kebiasaan konsumen yang lebih banyak membuka konten e-commerce pada perangkat mobile daripada komputer. "Konsumen cenderung lebih suka membuka aplikasi ponsel untuk mengakses e-commerce," kata Comercial Director Criteo Southeast Asia, Hongkong, and Thailand Alban Villani.

Bahkan mereka melakukan transaksi pembayaran juga menggunakan mobile banking, bukan web banking. Data terbaru Criteo sebagai perusahaan teknologi kinerja pemasaran memang mengejutkan. Berkaca dari kegiatan Pesta Belanja Online yang jatuh pada 11 November 2015 menunjukkan, sebanyak 64 persen konsumen melakukan pembelian produk pada lebih dari dua perangkat mobile. Sekitar dua per tiga pengguna perangkat mobile di Indonesia melakukan browsing dan membeli barang dengan perangkat berbeda.

Villani menjelaskan, seorang konsumen terkadang membuka sebuah website melalui desktop. Kemudian mungkin dia terburu-buru untuk pergi sehingga langsung menutup laptop. Kemudian konsumen melanjutkannya di dalam mobil dengan membuka ponsel. Atau, faktor memiliki perangkat mobile leboh dari satu memang sudah seperti pemandangan biasa. Biasanya konsumen akan menggunakan dua perangkatnya ketika berbelanja. Misalnya, ponsel pintar digunakan untuk melakukan pembayaran melalui mobile banking.

Criteo juga mendapatkan fakta baru, sekitar 25 Oktober hingga 30 November 2015 menjadi arus 'lalu lintas' belanja online terpadat sepanjang tahun. Analisa data tersebut berdasarkan 8,2 juta transaksi online di Indonesia. Traffif website mulai menanjak secara cepat mulai dari 9 November. Kemudian semakin meninggi di antara 9 hingga 12 November. Peningkatan transaksi mencapai 43 persen pada rata-rata situs e-commerce populer. Peningkatan penjualan secara keseluruhan juga mencapai 61 persen, dan penjualan tertinggi jatuh pada 11 November.

Situasi tersebut akan menjadi sebuah 'Big Data' baru bagi para pemain retail online. Apabila memahami situasinya, peritel bisa memanfaatkan momen tersebut sebagai waktu yang tepat memasang iklan. Sebab, di waktu tersebut transaksi dan aktivitas belanja online sangat tinggi. Namun tantangan terberat memang harus menyajikan advertise lebih menarik. Penawaran menciptakan pengalaman mobile dan antar perangkat harus benar-benar mulus.

Tujuannya, agar konsumen tidak lupa bahwa sebelumnya mereka tengah berkunjung ke salah satu situs untuk berbelanja. Ketika berpindah ke perangkat lain konsumen tetap membuka laman yang sama. Criteo memprediksi, mobile commerce atau m-commerce akan mendominasi penjualan di tahun ini. "Banyak retail yang melompat langsung menyediakan platform mobile," jelas Villani. Biasanya sebuah eCommerce akan berawal pada platform desktop, kemudian melangkah ke aplikasi mobile. Namun kini banyak yang sudah langsung membuat platform mobile tanpa melewati desktop.

Menurut penelitian, 34 persen lalu lintas online perusahaan retail besar berasal dari ponsel pintar. Sementara 33 persen lainnya melalui aplikasi mobile. Angka ini akan terus meningkat tiap tahun seiring dengan penetrasi internet dan ponsel pintar di Indonesia. Tren menggunakan lebih dari satu device dalam belanja online akan terus bergulir beberapa tahun ke depan. Bahkan tren dalam menciptakan iklan melalui perangkat mobile juga akan lebih kreatif.

Salah satunya, iklan tidak lagi menjadi ajang para perusahaan melakukan persuasi pada konsumen. Namun iklan akan menjadi sebuah platform berkomunikasi dengan pelanggan. Iklan juga akan lebih menarik dari segi tampilan. Hal tersebut bergantung pada segmentasi konsep yang disukai konsumen berdasarkan hal-hal yang menarik bagi mereka. Big Data dapat melakukan itu semua.

Tren Online Marketing 2017

Tahun lalu menjadi satu waktu luar biasa bagi industri digital. Salah satunya dalam menciptakan teknik pemasaran terbaru. Sebab, industri digital tidak pernah berjalan lambat. Marketing atau pemasaran sangat diperlukan dalam industri bisnis. Melalui pemasaran online, pelaku bisnis benar-benar harus mengikuti perkembangan teknologi agar tidak ketinggalan. Laman forbes.com mencoba memprediksi tren online marketing 2017 yang akan banyak diadopsi perusahaan digital.

1. Augmented Reality (AR)

Banyak ahli memprediksi game Pokemon Go akan mengambil alih dunia game secara radikal. Kenapa? Karena ketika meluncur, Pokemon Go mampu meraih penghasilan hingga 10 juta dollar AS per hari. Antusiasme para pengguna ponsel pintar semakin terlihat ketika ingin mencoba Augmented Reality (AR) yang disajikam Pokemon Go. Siapa sangka, hal yang dilakukan game tersebut justru menimbulkan banyak minat dari beberapa label produk. Jangan heran bila tahun ini akan banyak label produk dari segala lini menghadirkan iklan dalam bentuk AR. Iklan akan dikemas dalam bentuk game atau aplikasi khusus.

2. Live Video Streaming

Para pengguna media sosial akan semakin menggilai konten video. Mereka akan menuntut lebih banyak lagi konten kreatif. Dukungan internet super cepat 4G LTE bahkan akan bermigrasi ke 5G membuat pengguna semakin menginginkan konten video. Sebab, internet cepat memudahkan mereka melakukan akses konten. Beberapa tahun ke belakang mungkin live streaming video sudah banyak mendapat antusias. Namun tahun ini keberadaannya akan dinanti dan digunakan secara penuh.

3. Visualisasi Data

Sebagai seorang pemasar, data menjadi nyawa. Perusahaan memerlukan data akurat dan detail perorangan, seperti siapa yang suka membeli ini, itu, dan mengapa mereka membeli produk tersebut.
Mengerti analisa data memang sulit. Namun otak manusia diciptakan sedemikian cerdas hingha mampu menciptakan alat untuk mengolah data. Jangan kaget bia tahun ini akan ditemukan lusinan tools untuk visualisasi data. Bahkan keberadaannya sudah siap digunakan untuk membaca pasar. Para perusahaan teknologi akan berebut menggunakannya.

4. Pengalaman Tinggi Merasakan Konten Pemasaran

Lagi-lagi AR dan VR akan menjadi senjata unggulan dalam pemasaran tahun ini. Jangan heran apabila nanti menemukam sedikitnya 360 video yang hanya mengulas produk saja. Itu bukan video, tapi iklan. Bahkan konsumen tidak akan sadar bahwa tengah menikmati konten iklan yang dibuat dengan pengalaman berbeda. Salah satu kuncinya, menambahkan interaksi dengan para konsumen.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA