Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

Tombol 'Like' Facebook Ungkap Kepribadian Pemilik Akun

Selasa 12 March 2013 09:18 WIB

Rep: Nur Aini/ Red: Fernan Rahadi

Tombol 'Like' di Facebook.

Tombol 'Like' di Facebook.

Foto: cultureslurp.com

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Kecenderungan politik, orientasi seksual, hingga kecerdasan dapat terlihat dari hal-hal yang disukai pemilik akun di Facebook. Hal-hal yang disukai tersebut ditandai dengan tombol "like" di Facebook.

Penelitian yang dilakukan di Universitas Cambridge menggunakan algoritma untuk memprediksi agama, politik, ras, dan orientasi seksual pengguna Facebook. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PNAS tersebut membuat potret kepribadian yang secara mengejutkan akurat. Temuan tersebut memberi peringatan untuk privasi pemilik akun.

Studi tersebut melibatkan 58 ribu pemilik akun Facebook dan informasi demografis yang memberikan hasil tes psikometri. Hal-hal yang disukai di Facebook kemudian dimasukkan dalam algoritma dan dicocokkan dengan informasi dari hasil tes kepribadian.

Algoritma tersebut terbukti 88 persen akurat untuk menentukan seksualitas laki-laki, 95 persen akurat dalam membedakan Afrika-Amerika dari Kaukasia-Amerika dan 85 persen untuk membedakan Republik dari Demokrat.

Pemeluk agama kristen dan muslim juga diklasifikasikan dengan akurasi 82 persen. Sementara, status hubungan dan penyalahgunaan zat diperkirakan dengan akurasi antara 65 persen dan 73 persen.

Situs yang diklik jarang secara eksplisit memperlihatkan atribut tersebut. Kurang dari 5 persen gay yang secara jelas mengklik 'like' untuk pernikahan sejenis. Sebaliknya, algoritma agregrat meligat kesukaan dalam musik dan acara TV untuk membuat profil pribadi.

"Kentang goreng berkorelasi dengan kecerdasan tinggi dan orang-orang yang menyukai film Dark Knight cenderung memiliki lebih sedikit teman Facebook, " kata penulis dari hasil penelitian, David Stilwell dilansir BBC.

Studi tersebut dinilai bisa dimanfaatkan untuk pemasaran perusahaan. Namun para peneliti memperingatkan profil tersebut mengancam privasi seseorang.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA